DetikNews
Minggu 13 Mei 2018, 12:34 WIB

Gereja Surabaya Dibom, DPR: Saatnya Jihad Lawan Terorisme

Danu Damarjati - detikNews
Gereja Surabaya Dibom, DPR: Saatnya Jihad Lawan Terorisme Ilustrasi: Ketua DPR Bambang Soesatyo (kanan) sedang bersalaman dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Lamhot Aritonang/detikcom)
FOKUS BERITA: Bom Surabaya
Jakarta - Tiga gereja di Surabaya dibom pagi ini. Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta agar semua pihak bersatu melawan terorisme, caranya dengan melaporkan ke aparat kepolisian bila menemukan gejala terorisme.

"Mari rapatkan barisan. Kinilah saatnya kita berjihad membela negara. Saya meminta masyarakat turut aktif berpartisipasi melaporkan kepada aparat keamanan setempat jika menemukan atau mengetahui hal-hal yang mencurigakan," kata Bamsoet, sapaan Bambang, lewat keterangan pers yang diterima detikcom, Minggu (13/5/2018).



Bambang mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya. "Semuanya saya minta tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya masalah pengamanan kepada aparat Kepolisian," kata dia.

Sejauh ini, terhitung sembilan orang tewas akibat ledakan bom di tiga gereja Surabaya. 40 Orang mengalami luka-luka. Bambang mengutuk keras tindakan biadab itu.

"Kejadian tersebut menyadarkan kita bahwa para pelaku teror atau teroris itu ada di sekitar kita. Hidup bersama kita. Bisa jadi mereka juga ada media sosial yang selama ini mengutuk dan mencaci maki aparat yang melakukan penindakan kepada para terduga teroris dengan tuduhan pelanggaran HAM," kata Bambang.



Bamsoet mengamati ada gejala bangkitnya sel tidur terorisme usai tragedi penyanderaan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada 8 dan 9 Mei kemarin. Dia mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas teror ini.

"Sebagai Ketua DPR RI, saya kehabisan kata-kata untuk mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/05/2018). Kecuali mendorong aparat penegak hukum untuk segera mengungkap jaringan pelaku serta menindak tegas tanpa pandang bulu," kata dia.

"Saya mengutuk keras aksi keji peledakan bom di tiga gereja yang merenggut korban jiwa. Aksi terorisme seperti ini tidak bisa dibiarkan. Tidak ada satupun ajaran agama yang memperbolehkan umatnya membunuh orang lain. Aparat keamanan harus menindak tegas pelaku dan jaringan terorisme yang terlibat," imbuhnya.

Polisi didorongnya untuk bergerak cepat mengusut kasus ini. Kedamaian masyarakat Indonesia bisa terganggu bila teror ini tidak segera ditangani. Menurutnya, Indonesia sudah masuk keadaan yang sangat perlu perhatian.



"Saya mengingatkan Indonesia sudah memasuki darurat terorisme. Sebab, serangan demi serangan terorisme masih terus terjadi di beberapa wilayah Indonesia," kata Bamsoet.

Ditegaskannya, tidak ada ruang toleransi bagi pelaku teror. DPR meminta Badan Intelijen Negara (BIN) dan kepolisian segera mengusut, ada peningkatan penjagaan di tempat-tempat ibadah, TNI membantu polisi menumpas jaringan terorisme, dan juga Badan nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) didorongnya supaya lebih aktif mengantisipasi pergerakan terorisme.

"Saya atas nama DPR dan seluruh rakyat Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Saya juga meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan serangan bom yang terjadi. Karena, persoalan yang terjadi bukan lah konflik antar agama. Tapi perbuatan orang-orang biadab tanpa prikemanusiaan yang tidak peduli anda beragama Kristen, Budha bahkan Islam sekalipun. Mereka bunuh tanpa ampun. Mereka seakan menikmati jeritan para korban dan tangisan anak-anak," kata Bamsoet.

Saksikan Video 20Detik! Pakde Karwo: Kita Harus Lawan Terorisme!

[Gambas:Video 20detik]




(dnu/iy)
FOKUS BERITA: Bom Surabaya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed