DetikNews
Selasa 24 April 2018, 10:32 WIB

Ini Jadwal Pemilu 2019 Bagi WNI di Luar Negeri

Dwi Andayani - detikNews
Ini Jadwal Pemilu 2019 Bagi WNI di Luar Negeri Komisioner KPU Hasyim Asyari Foto: Dwi Andayani/detikcom
Jakarta - Pemungutan suara di luar negeri dijadwalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) lebih awal yaitu pada tanggal 8 hingga 14 April 2019. KPU mempersiapkan tiga metode pemungutan suara.

"Nanti akan memilih dengan menggunakan metode apa, kan ada tiga metode pemungutan suara di LN," ujar Komisioner KPU Hasyim Asyari, di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarat Pusat, Selasa (24/4/2018).

Hasyim mengatakan metode pertama yaitu pemilih luar negeri mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS). TPS ini akan dibuka di kantor kedutaan RI atau konsulat jenderal di masing-masing negara.

"Pertama, datang ke TPS yang dibangun di kantor perwakilan RI di LN, apakah itu kedutaan atau konjen," kata Hasyim.

Metode kedua, yaitu kotak suara keliling yang akan mendatangi pemilih pada jam tertentu. Serta metode ketiga melakukan pemungutan suara dengan menggunakan pos.


"Kedua, kotak suara keliling, atau kalau dulu istilahnya dropbox ya, sehingga kemudian pada jam tertentu TPS akan dikelilingkan di mana warga kita berada. Ketiga, menggunakan pos dan pengalaman selama ini yang paling banyak kan menggunakan pos," kata Hasyim.

Hasyim mengatakan pemungutan suara di luar negeri dijadwalkan dimulai lebih awal yaitu pada tanggal 8 hingga 14 April 2019. Sedangkan pemungutan suara di dalam negeri akan dilakukan pada 17 April 2019.

"KPU mengambil kebijakan untuk pemungutan suara di LN itu early voting atau pemilihan lebih awal, kalau di kita (dalam negeri) kan pemilu itu pemungutan suara pada 17 April 2019. Kalau di LN itu diberikan kesempatan pada 8-14 April 2019, tapi penghitungannya (hasil pemungutan suara) tetap sama, yakni tanggal 17 April 2019," tutur Hasyim.

Ditambahkan Hasyim, hari akhir pemungutan suara tanggal 14 April 2019 merupakan hari Minggu alias hari libur. Nantinya kedutaan atau konjen tempat pemungutan suara akan membuat strategi untuk menarik minat warga agar mau datang menggunakan hak pilihnya.


"Beberapa kantor perwakilan sudah menetapkan srategi-strategi, bisa juga dimodel gathering, atau pagelaran budaya, atau pagelaran musik supaya orang yang hadir di sana itu tidak sekadar nyoblos, tapi juga bisa silaturahim sambil kangen-kangenan dengan kampung halaman dan juga disediakan makanan khas Indonesia," kata Hasyim.
(hri/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed