DetikNews
Senin 26 Maret 2018, 11:11 WIB

Cerita Probosutedjo yang Enggan Disebut Adik Tiri Soeharto

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Cerita Probosutedjo yang Enggan Disebut Adik Tiri Soeharto Probosutedjo semasa hidup. Foto: dok. ANTARA Foto
Jakarta - Pengusaha yang juga adik Presiden ke-2 RI Soeharto, Probosutedjo, meninggal dunia pagi ini. Dia meninggal dunia dalam usia 87 tahun.

Meski berbeda ayah dengan Soeharto, Probosutedjo agaknya tak suka disebut sebagai saudara tiri. Dalam buku memoarnya berjudul 'Saya dan Mas Harto' yang dirilis tahun 2010, secara tegas dia menulis dirinya bukan saudara tiri Soeharto.



"Saya bukan saudara tiri Mas Harto," kata dia dalam salah satu judul bab di buku itu seperti dikutip detikcom, Senin (26/3/2018).

Probosutedjo menceritakan pertemuannya dengan Soeharto yang kala itu sudah menginjak remaja. Dia bertanya perihal sosok itu kepada kakaknya.

"Kenyataan Mas Harto adalah saudara satu perut, pada masa kecil hanya saya artikan sebagai kenyataan yang membuat saya riang. Pasalnya, dia memang seorang pemuda yang baik dan mengayomi anak-anak kecil," tulis Probosutedjo.

Dalam tulisannya itu dia agaknya tak nyaman ketika banyak orang meragukan hubungan darahnya dengan Soeharto. Ada yang menyebutnya sebagai saudara tiri Soeharto atau bahkan ada yang menyebutnya bukan siapa-siapa penguasa Orde Baru tersebut.



"Mas Harto, atau Soeharto, Presiden RI ke-2, adalah saudara kandung saya. Anak yang terlahir dari rahim Ibu yang juga mengandung saya," kata Probosutedjo.

Probosutedjo juga bercerita tentang asal-usul Soeharto dalam bukunya itu. Probosutedjo lahir dari pasangan Rr Soekirah dengan Purnomo yang kemudian berganti nama menjadi R. Atmoprawiro. Sedangkan Soeharto adalah hasil pernikahan Rr Soekirah dengan suami sebelumnya, Kertosudiro.

Probosutedjo juga pernah meluncurkan buku berjudul 'Dari Pak Harto untuk Indonesia' tahun 2009. Buku itu bertujuan untuk memulihkan nama Soeharto.

"Apa betul Pak Harto korupsi seperti yang dituduhkan, padahal bukti-buktinya nggak ada. Itu hanya berita saja, namun sayangnya di berita itu tidak dikatakan bahwa itu tidak benar," ungkap Probo dalam peluncuran buku itu, di Wisma Antara, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (21/1/2009).
(bag/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed