Hari Darmawan, Besarkan Mickey Mouse dan De Zon Jadi Matahari

Hari Darmawan, Besarkan Mickey Mouse dan De Zon Jadi Matahari

Indra Komara - detikNews
Minggu, 11 Mar 2018 08:39 WIB
Foto: Farhan/detikcom
Foto: Farhan/detikcom
Jakarta - Pendiri Matahari Department Store Hari Darmawan meningggalkan kesan yang tak terlupakan bagi kerabat dekatnya. Hari dikenang sebagi pengusaha ritel nasional yang sangat berjasa di Tanah Air.

"Mendiang merupakan tokoh ritel yang memberikan kontribusi dan jasa yang sangat luar
biasa berharga bagi dunia ritel Indonesia," kata Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (11/3/2018).


Budiharjo kemudian memaparkan kisah sukses seorang Hari Darmawan menjadi juragan ritel di Ibu Kota. Dari penuturannya, Hari mengawali puncak kejayaan menjadi seorang pengusaha lewat toko 'Mickey Mouse' di Pasar Baru, Jakarta.

"Ayah Hari Darmawan, Tan A Siong, adalah seorang pengusaha lokal Makassar yang behubungan dengan produk-produk pertanian. Dia dilahirkan dari keluarga besar 12 bersaudara. Pada tahun 1950-an usaha keluarganya mengalami kesulitan dan akhirnya bangkrut, sehingga Darmawan bersama orangtuanya harus berjuang keras untuk menjalankan usaha dari nol lagi," kata Budihardjo.

Kerja keras Hari untuk mengembalikan kejayaan keluarga dibayar tuntas di Jakarta. Hari merantau ke Jakarta kemudian menikahi seorang wanita putri dari pengusaha. Dari pernikahan itu Hari bisa memiliki Toko 'Mickey Mouse' tersebut.

"Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA), dia merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Dia bertemu dan menikahi putri dari pemilik 'Mickey Mouse', sebuah toko serba ada berukuran kecil di Pasar Baru, yang pada saat itu merupakan sebuah distrik perbelanjaan terkenal di Jakarta. Ayah mertua Hari Darmawan kemudian menjual toko serba ada tersebut kepadanya. Di bawah pengelolaannya, toko berkembang pesat," tutur Budihardjo.


Pada tahun 1958, Hari kemudian mengembangkan bisnisnya. Diceritakan Budihardjo, Hari membeli toko serba ada terbesar di kawasan Pasar Baru. Waktu itu namanya 'Toko De Zon'. Nama tersebut diambil dari bahasa Belanda yang artinya The Sun atau Matahari.

"Gerai pertama dibuka pada tanggal 24 Oktober 1958 yang menempati gedung dua lantai seluas 150 meter persegi di Pasar Baru Jakarta," ujarnya.

De Zon berganti nama menjadi Matahari. Pada tahun 1980-an, Hari melebarkan sayap bisninya dengan membuka cabang-cabang Matahari di hampir semua kota besar di Indonesia. Usaha Hari jatuh bangun tidak sia-sia, Toko Matahari-nya tersohor sebagai toko jaringan ritel terbesar di Indonesia.

Selain di bidang bisnis retail, Hari Darmawan juga telah merambah ke bidang pariwisata dengan membangun Taman Wisata Matahari (TWM) yang berlokasi di Cisarua, Bogor. Nahasnya, Hari harus hilang nyawa di lokasi tak jauh dari kawasan Taman Wisata matahari.


Hari ditemukan tak bernyawa usai makan-makan bersama stafnya di kawasan Taman Wisata Matahari Jumat (9/3) malam. Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading menduga Hari tewas usai terbawa arus dan membentur benda keras usai terjatuh ke sungai.

"Di sungai ada batu-batunya, jadi karena arus begitu deras jadi ada luka memar di sekujur tubuh dan kepala. Kebanyakan memar luka-luka, biru matanya beliau bagian depan kanan jadi karena terantuk-antuk di batu ini. Kita lihat sendiri sungainya sudah terkikis tanahnya juga," ujar Dicky.

Polisi masih akan melakukan penyelidikan terhadap kematia Hari. Polisi belum bisa menyimpulkan apakah ada indikasi lain dari penyebab kematian pendiri Matahari tersebut.

"Kalau pembunuhan dan lain-lain kita harus penyelidikan lebih lanjut lagi. Kita juga belum selesai penyelidikannya, visum juga belum selesai, termasuk juga melakukan olah TKP. Kami juga akan olah TKP lagi nanti, setelah hasilnya keluar kita baru gelar lagi. Baru kesimpulannya apa itu tindak pidana apa bukan," papar Dicky. (idn/dnu)