DetikNews
Selasa 27 Februari 2018, 07:56 WIB

Ketum Garuda Pernah Jadi Kader Gerindra untuk Kendaraan Caleg

Elza Astari Retaduari - detikNews
Ketum Garuda Pernah Jadi Kader Gerindra untuk Kendaraan Caleg Foto: Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana (tengah). (Seysha/detikcom)
Jakarta - Partai Garuda membantah wacana soal adanya afiliasi dengan Partai Gerindra. Meski begitu, Ketum Garuda Ahmad Ridha Sabana pernah menjadi kader partai pimpinan Prabowo Subianto itu.

"Saya pribadi pernah caleg dari Gerindra. Itu tidak terbantahkan, tapi saya tidak pernah jadi pengurus," ujar Ridha saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/2/2018) malam.

Ridha menyebut pernah mengantongi kartu tanda anggota (KTA) Partai Gerindra. Itu saat ia menjadi caleg saat Pemilu 2014.


"Memang gitu syaratnya (ada KTA Gerindra). Itu di pemilihan terakhir," tutur Ridha.

Tak berhasil lolos masuk Senayan, dia pun keluar dari Partai berlambang burung garuda itu. Ridha lalu mendirikan partai baru dengan lambang yang sama.

"Kalau jadi caleg biasa-biasa aja kalau pindah (partai), yang pengurus saja pindah, ada juga (pernah jadi) ketum, ya pindah-pindah aja," tuturnya.


Partai Garuda diisukan sebagai 'sekoci' bagi Gerindra seandainya terpuruk di Pemilu 2019. Baik Garuda maupun partai Gerindra telah membantah isu tersebut.

Meski begitu, Ridha ternyata punya hubungan dengan elite Gerindra. Dia merupakan adik dari Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Partria.

Ridha menyebut pilihan politik di keluarga tak selalu harus sama. Dia tak mempermasalahkan beda partai dengan sang kakak.

"Dalam satu rumah beda keyakinan aja banyak, apalagi orietansi politik," ungkap Ridha.


Sebelumnya Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria memastikan tak ada hubungan partainya dengan Garuda. Dia juga menyebut Gerindra tak punya komunikasi khusus dengan partai baru peserta Pemilu 2019 itu.

"Sebenarnya, itu kan mereka buat sendiri anak-anak muda gitu lho. Bukan buatan Gerindra, bukan. Nggak ada hubungannya. Dan hampir semua pengurus itu kan bukan orang Gerindra," kata Riza saat dimintai konfirmasi, Senin (26/2).

"Memang kebetulan adik saya itu. Ya kan biasa saja, biasa. Keluarga beda partai kan boleh. Kita belum ada komunikasi khusus, dia kan partai baru," lanjutnya.
(elz/nif)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed