DetikNews
Rabu 13 Desember 2017, 18:54 WIB

Laporan Dari Istanbul

Jokowi: Di Setiap Hela Napas RI, Ada Keberpihakan untuk Palestina

Ray Jordan - detikNews
Jokowi: Di Setiap Hela Napas RI, Ada Keberpihakan untuk Palestina Foto: Presiden Jokowi (Dokumen detikcom)
Istanbul - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Jokowi juga menegaskan dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak akan surut, bahkan akan meningkat.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat berpidato dalam KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki. Jokowi mengatakan Indonesia akan selalu bersama Palestina.

"Indonesia akan menyertai Palestina dalam perjuangannya," kata Jokowi di Rumeli Hall Lutfi Kidar International Convention and Exhibiton Center (ICEC), Istanbul, Turki, Rabu (13/12/2017).

Jokowi menyatakan dukungan tersebut bukan hanya dalam bentuk politik, namun Indonesia akan terus meningkatkan dukungan peningkatan kapasitas dan dukungan kepada perekonomian Palestina.

[Gambas:Video 20detik]


Selain itu, dalam hal kebijakan luar negeri, Jokowi juga menegaskan posisi Palestina yang berada di jantung politik luar negeri Indonesia.

"Dalam setiap helaan napas diplomasi Indonesia, di situ terdapat keberpihakan terhadap Palestina," kata Jokowi.

Sebelumnya, di hadapan para pimpinan negara OKI, Jokowi mengecam keras sikap Presiden Trump soal Yerusalem. Dia mengatakan pengakuan itu tidak dapat diterima dan harus ditolak bersama.

"Sekali lagi, pengakuan Presiden Trump tidak dapat diterima dan harus dikecam secara keras," kata Jokowi.

Untuk itu, Jokowi mengajak seluruh negara OKI dapat bersatu dan membela Palestina. "Isu Palestina harus merekatkan kita kembali. Kita bulatkan suara dan persatuan untuk membela Palestina," tegas Jokowi.

Jokowi juga mengatakan, keputusan Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak saja melukai hati umat Islam, namun juga melukai rasa keadilan umat manusia.

"Harapan akan kemerdekaan dijauhkan oleh keputusan yang sangat tidak berkeadilan ini. Keputusan tersebut memupuskan harapan terwujudnya perdamaian abadi. Oleh karena itu, keputusan tersebut harus ditolak," katanya.
(jor/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed