DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 12:52 WIB

Praperadilan Setya Novanto

Sangkal Pengacara Novanto, KPK: Kami Tak Tabrak Hukum

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Sangkal Pengacara Novanto, KPK: Kami Tak Tabrak Hukum Praperadilan Setya Novanto (Foto: Kanavino/detikcom)
Jakarta - Tim biro hukum KPK percaya diri menghadapi praperadilan jilid II yang diajukan Setya Novanto. Untuk praperadilan kali ini, KPK yakin menang.

"Ya mohon maaf, itu kan dalil pemohon, mau dalil segunung apapun silakan, kalau mereka segunung, kita dua gunung, yang jelas dan prinsip tidak menabrak teori hukum. Kalau menabrak ini yang harus dicermati. Karena kita tahu semua teori hukum, praktik hukum di pengadilan, dan saya yakin hakim akan fair," kata Kabiro Hukum KPK Setiadi usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017).

Setiadi pun mengaku telah menyiapkan jawaban untuk sidang Jumat besok. Dia juga menanggapi permintaan hakim agar tidak membawa bukti yang terlalu banyak.

"Saya lupa karena sampai tadj malam kami masih memilih mana yang berkompeten dan signifikan, apalagi permintaan hakim tadi tidak mau sampai 2 meter, tidaklah, kami tidak sampai segitu," ujar Setiadi.

Terlepas dari itu, Setiadi mengaku telah menyiapkan 5 saksi. Selain itu, ada pula ahli yang dihadirkan yaitu ahli hukum pidana dan ahli hukum administrasi negara.

"Ada 5, saksi fakta, ahli, juga saksinya satu, dua sisanya ahli," imbuhnya.

Sebelumnya dalam persidangan, tim kuasa hukum Novanto memaparkan dalil-dalil permohonan praperadilannya. Salah satunya menyebut bila penetapan tersangka Novanto tidak melalui proses yang sah serta tanpa adanya bukti permulaan yang cukup.

"Penetapan tersangka sangat dibuat-buat, dipaksakan, dan tindakan tersebut merupakan tindakan yang profesional, prematur, dan tidak berdasar hukum," ujar Ketut Mulya, salah satu anggota kuasa hukum Novanto.
(knv/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed