DetikNews
Senin 04 Desember 2017, 11:29 WIB

Karier Meroket Hadi Tjahjanto, Calon Tunggal Panglima TNI

Erwin Dariyanto - detikNews
Karier Meroket Hadi Tjahjanto, Calon Tunggal Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo mengajukan nama Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal Panglima TNI. Perwira tinggi Angkatan Udara kelahiran Malang, Jawa Timur, 8 November 1963, itu akan menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo, yang pensiun pada Maret 2018.

Hadi adalah perwira tinggi lulusan Akademi Angkatan Udara pada 1986. Dia kemudian menyelesaikan Sekolah Penerbang TNI AU pada 1987. Pada 2010-2011, Hadi menjabat Komandan Lanud Adi Soemarmo, Solo. Saat itu, Wali Kota Solo dijabat oleh Jokowi, yang kini menjadi Presiden RI ke-7.

Suami Nanik Istumawati itu meraih bintang pada 2011 saat menjabat Direktur Operasi dan Latihan Basarnas (Dirops dan Lat Basarnas). Pada 2013, dia ditugaskan menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AU. Namanya pun kian dikenal oleh publik.

Dua tahun kemudian, yakni 2015, bapak dua anak itu dipercaya menjadi Komandan Lanud Abdulrachman Saleh. Tak sampai setahun menjadi Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Hadi didapuk sebagai Sekretaris Militer Presiden.

Belum genap setahun menjabat Sesmil Presiden, Hadi dipromosikan menjadi Irjen Kementerian Pertahanan. Dia pun menyandang bintang tiga di pundak, yakni marsekal madya.

Karier Hadi meroket menyalip seniornya. Dalam waktu tiga tahun, Hadi tercatat dua kali mendapat promosi. Pada Rabu, 18 Januari 2017, Hadi dilantik menjadi KSAU dengan 4 bintang di pundak dan pangkat marsekal.

Hadi Tjahjanto cepat menangkap sejumlah kode dari Presiden Jokowi. Pada Jumat, 10 November 2017, saat peresmian pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia misalnya. Ada anak SD yang lemas dan muntah. Dengan sigap, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto langsung membantu anak tersebut.

Pada acara peresmian yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, itu anak-anak SD berdiri di dekat pesawat yang akan diberi nama. Puluhan anak yang masih kecil-kecil itu ikut memeriahkan prosesi peresmian pesawat yang diberi nama 'Nurtanio'.

Begitu acara peresmian dimulai, Presiden Jokowi langsung memberikan sambutan. Saat Jokowi hendak menutup sambutan, tiba-tiba seorang anak SD perempuan yang ada di barisan depan muntah.

Tampaknya Presiden Jokowi melihatnya. Dia langsung memberi kode kepada ajudannya dengan menunjuk-nunjuk anak tersebut.

Adalah KSAU yang langsung mengerti kode dari Jokowi. Dari barisan paling belakang, Hadi langsung berlari kecil dan menggendong anak itu. Hadi kemudian membawanya ke bagian belakang.

"Takut keburu jatuh, kasihan," ujar Hadi.

Saat dimintai konfirmasi bahwa dialah yang paling sigap dan langsung mengerti kode Jokowi, Hadi punya jawaban sendiri. Ia menyatakan sudah biasa membaca gerakan Jokowi.
(erd/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed