DetikNews
Kamis 02 Juni 2005, 08:04 WIB

Mabes Polri Gelar Seleksi Lanjutan Komisi Kepolisian

- detikNews
Jakarta - Mabes Polri, hari ini, akan kembali melakukan seleksi lanjutan terhadap calon anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Mereka terdiri dari berbagai unsur, seniman, pegawai swasta, advokat, wartawan hingga duta besar (dubes).Sebelumnya sejumlah nama sudah dinyatakan lulus seleksi awal. Mereka antara lain seniman Helmi Sandhi, purnawirawan Polri Komjen Pol (purn) Togar M Sianipar, dan Direktur Pemberitaan SCTV Karni Ilyas. Nama Duta Besar RI untuk Meksiko, Komjen Pol Ahwil Luthan, juga masuk dalam daftar calon anggota Kompolnas yang lolos dalam seleksi tahap pertama.\\\"Hari ini mereka yang lolos seleksi pertama akan mengikuti seleksi lanjutan,\\\" kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Aryanto Boedihardjo dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (2\/6\/2005).Sebanyak 126 orang telah mendaftarkan diri sebagai calon anggota Kompolnas. Dari jumlah itu, tercatat 91 orang dari tokoh masyarakat dan sisanya dari pakar kepolisian. 5 Orang di antaranya merupakan wanita.Proses seleksi pada tahap pertama melakukan penelitian administrasi. Dari seleksi ini, tersaring sebanyak 97 orang. Masing-masing 68 orang dari tokoh masyarakat dan 29 orang dari pakar kepolisian.Dengan adanya Kompolnas, masyarakat diharapkan mampu mengubah perilaku polisi. Masyarakat tidak lagi memberikan kesempatan kepada polisi untuk melakukan perbuatan yang tercela, menempuh jalan cepat meraih keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa harus bekerja keras.Setidaknya, kehadiran Kompolnas dalam membangun tugas kepolisian yang lebih baik di masa mendatang, mampu menciptakan opini publik yang sesuai dengan harapan masyarakat bahwa polisi adalah pelindung dan pengayom masyarakat.Rencana pembentukan Kompolnas ini sendiri tidak lepas dari kritik. Banyak pihak menilai, Keppres tentang Kompolnas cenderung lebih mengedepankan fungsi polisi sebagai aparat penegak keamanan dan ketertiban, seperti tercantum dalam Pasal 2 Rancangan Keppres Kompolnas, dari pada fungsi polisi sebagai aparat penegak hukum. Tujuan Kompolnas juga dinilai tidak fokus, melainkan hanya merupakan perluasan dari peran penelitian dan pengembangan (Litbang) di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).Tugas memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kepala Polri, juga dinilai patut dihindari oleh komisi ini. Hal itu bisa menimbulkan konflik kepentingan, bahkan menjadi arena lobi politik dan politik dagang sapi.


(ton/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed