DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 10:02 WIB

AHY Kanan-Kiri Oke

Elza Astari Retaduari - detikNews
AHY Kanan-Kiri Oke Agus Harimurti Yudhoyono (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Manuver Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi perhatian publik. Setelah hadir dalam pelantikan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur-Wagub DKI, AHY menyempatkan diri menengok Basuki T Purnama (Ahok), yang sedang menjalani masa tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. AHY 'kanan-kiri oke'.

AHY datang ke Istana Negara pada Senin (16/10/2017) untuk mengikuti acara pelantikan Anies-Sandi oleh Presiden Joko Widodo. Kedatangan AHY bersama dengan Sylviana Murni, pasangannya saat Pilgub DKI lalu.

Dalam kesempatan itu, AHY menyatakan siap memberi sumbangan usulan untuk pemerintah DKI yang baru. Dia mengaku bersedia berbagi gagasan dengan Anies-Sandi.

"Ya tentunya Pak Anies dan Pak Sandi bisa menemukan hal yang baik. Maka silakan dibuka ruang dialog seluas-luasnya. Jakarta adalah milik semua. Maka paradigma yang harus dikedepankan adalah paradigma yang inklusif," kata AHY seusai pelantikan.


"Dan ketika membutuhkan berbagai pemikiran dan masukan yang positif, tentu saya siap kapan pun memberikan itu," tambahnya.

Bukan kepada Anies-Sandi saja AHY menunjukkan perhatian. Sehari setelah hadir dalam acara pelantikan Anies-Sandi, dia juga menyempatkan diri menengok Ahok, yang juga pernah menjadi lawannya saat mengikuti kontestasi Pilgub DKI.

Kunjungan AHY ke Ahok di-posting lewat akun Instagram @agusyudhoyono. Dalam keterangan foto, mantan rival Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017 itu bercerita Ahok menerima dirinya dengan sangat baik. Keduanya saling bercerita dan mendukung satu sama lain.

AHY Kanan Kiri OkeFoto: Instagram @agusyudhoyono

"Pagi ini saya bersilaturahmi dengan Pak Ahok @basukibtp. Kami saling bercerita tentang kehidupan dan saling mendoakan semoga ke depan kami berdua bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat untuk orang banyak," ujar AHY dalam posting-annya.

Dalam kesempatan pertemuan itu, Ahok lalu menitipkan salam untuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Ani, orang tua AHY. Pesan itu ditulis Ahok dalam sepucuk surat yang di-posting di akun Instagram @agusyudhoyono.

"Salam hormat untuk Bapak SBY dan Ibu Ani Yudhoyono," demikian isi surat yang ditulis Ahok untuk AHY itu.


Pilihan AHY menunjukkan rasa hormat kepada Anies dan Ahok menjadi perbincangan di media sosial. Menurut Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto, sikap AHY menunjukkan pendidikan politik dan pesan moral yang besar untuk segenap generasi bangsa.

"Menyatukan kelompok-kelompok masyarakat yang terbelah dalam dukungan Pilgub DKI Jakarta adalah langkah penting dan utama untuk bisa mewujudkan atas apa yang diharapkan oleh Mas AHY, Mas Anies, maupun Ahok untuk Jakarta yang lebih baik," urai Didik dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (17/10) malam.

"Yang paling mendasar adalah ajakan Mas AHY kepada Pak Ahok dan juga direspons dengan baik oleh Pak Ahok untuk mendukung langkah-langkah pemimpin baru DKI dalam mewujudkan Jakarta yang baik ke depan adalah jiwa besar dan standing dari negarawan muda kita," sambungnya.

Langkah yang dilakukan AHY, menurut Didik, akan membawa nuansa dan kehidupan politik yang lebih segar. Juga menjanjikan untuk tumbuh kembangnya demokrasi yang bermartabat dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua Divisi Komunikasi Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan apa yang dilakukan AHY adalah bentuk penghormatan kepada pemenang Pilgub DKI. Ini dibuktikan dengan jiwa besar AHY, yang datang ke pelantikan Anies-Sandi.

AHY Kanan Kiri OkeAHY dalam pelantikan Anies-Sandi. (Pool/Biro Setpres)


"Mendoakan dan mendukung agar kebijakan pemimpin baru amanah dan berhasil dalam memimpin Ibu kota," sebut Imelda.

Kemudian soal menjenguk Ahok di Rutan Mako Brimob, itu dikatakan Imelda sebagai sebuah rasa hormat dari AHY terhadap pimpinan terdahulu DKI. "Toh kontestasi sudah selesai, silaturahmi jalan terus, tentu akan baik untuk DKI ke depan biar lebih sejuk," sambungnya.

Pengamat politik Gun Gun Heryanto menilai sikap AHY sebagai bentuk trust building. AHY disebutnya tengah membangun modal politik untuk ke depan.

"Gimana pun AHY tidak ingin kekalahan di Jakarta akhir dari karier panjang politik dia. Oleh karena itu, satu-satunya cara adalah public relations politic dengan key person. Misalnya mendatangi Ahok, Anies, Jokowi," urai Gun Gun saat dihubungi terpisah.


Gun Gun juga mengingatkan AHY saat ini juga banyak berkeliling ke daerah-daerah. Tak hanya mendekati publik, mantan perwira TNI AD itu juga bertemu dengan simpul-simpul tokoh di daerah.

"Perhatikan pergerakannya, dia melakukan PR (public relations) politik. Politic hipe di medsos, kesepahaman bersama dengan beberapa pihak, dia coba tidak antagonistis ke semua pihak," ungkapnya.

Cara AHY ini, menurut Gun Gun, persis seperti gaya SBY saat maju dalam Pilpres 2009. Ini disebutnya sebagai cara yang paling murah untuk dilakukan dalam membangun kepercayaan publik.

"Gaya-gaya SBY di 2009. Gaya-gaya tidak mencari musuh yang dikembangin, sepertinya dia sudah start up untuk alih generasi. Mungkin bukan untuk 2019, tapi 2024. Capres, iyalah pasti ada obsesi ke situ. Dia sedang berupaya untuk cari celah atau peluang," tutur Gun Gun.
(elz/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed