Ironi Dirjen Hubla: Sesumbar Habisi Pungli, tapi Tertangkap Korupsi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jumat, 25 Agu 2017 10:46 WIB
Foto: Dua orang ditahan KPK terkait OTT Dirjen Hubla Kemenhub (Grandyos Zafna MM/detikcom)
Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait suap proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Ironisnya, sebelum ditangkap penyidik lembaga antirasuah, Tonny gencar menyuarakan pemberantasan praktik pungli di satuannya.

Dalam rapat dengan Komisi V DPR pada Rabu 26 Juli 2017 lalu, Tonny ditanya anggota Komisi V soal praktik pungli. Tonny saat itu mengatakan dirinya sangat komit memerangi pungli.

"Masalah pungli, Pak, selama saya jadi Dirjen, Pak, saya habisin, Pak!" kata Tonny di hadapan anggota Komisi V.

Tak ayal sesumbar Tonny yang ingin menghabisi praktik pungli mendapat sambutan positif dari forum rapat. Tepuk tangan menggema saat Tonny menyatakan siap memerangi praktik pungli. Tonny lalu melanjutkan.

"Kita menerapkan budaya hilangkan SMS, Pak, senang melihat orang susah, susah melihat orang senang. Saya hilangkan, Pak," ujar Tonny.

"Mudah-mudahan sisa 1 tahun ini saya terapkan itu, Pak," imbuh Tonny.

Tonny kembali mendapat tepuk tangan dari anggota Komisi V. Sayang, tepuk tangan di Parlemen untuk komitmen Tonny memerangi pungli sepertinya tak akan terdengar kembali.

[Gambas:Video 20detik]

Seperti diketahui, Tonny terjaring OTT KPK pada Rabu (23/8) kemarin. Dia diduga menerima suap dari Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan terkait proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang.

Nilai suap yang diterima Tonny terbilang fantastis, mencapai Rp 20,7 miliar. Jumlah itu merupakan barang bukti terbanyak yang diamankan KPK dari sebuah operasi tangkap tangan. (gbr/tor)