DetikNews
Jumat 16 Juni 2017, 01:50 WIB

Diduga Menipu, Ustaz Yusuf Mansur Dilaporkan ke Polda Jatim

Rois Jajeli - detikNews
Diduga Menipu, Ustaz Yusuf Mansur Dilaporkan ke Polda Jatim Foto: Rois Jajeli/detikcom
Surabaya - Jam'an Nur Khotib Mansur alias Ustaz Yusuf Mansur dilaporkan oleh warga Surabaya ke Polda Jawa Timur. Ustaz Yusuf Mansur diduga melakukan penipuan dan penggelapan pada investasi Condotel Moya Vidi.

Sudarso Arief Bakuma, yang menjadi kuasa hukum para korban, mengatakan banyak investor dari berbagai daerah yang merasa dirugikan dalam kasus investasi kondotel yang digagas Ustaz Yusuf Mansur itu.

"Di antaranya baru ada empat korban dari Surabaya dan menguasakan kepada kami untuk membawa kasus ini ke kepolisian," kata Sudarso kepada wartawan setelah melaporkan ke SPKT Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Kamis (15/6/2017).

Ia menerangkan Ustaz Yusuf Mansur membuat program investasi kondotel yang ada di Yogyakarta. Juga beragam macam investasi yang ditawarkan kepada jemaahnya atau investor.

Rata-rata yang menjadi korban di Surabaya memiliki tiga sertifikat. Setiap sertifikat memiliki nilai Rp 2,75 juta. "Tapi sampai sekarang investasi yang ditawarkannya itu tidak jelas," tuturnya.

Karena tidak ada kejelasan tentang investasi tersebut, yang berjalan mulai 2012, korban dari Surabaya melaporkan kasus itu ke Polda Jatim. Laporan tersebut sesuai dengan tanda bukti lapor nomor LP/742/VI/2017/UM/SPKT Polda Jatim, Kamis 15 Juni 2017, tentang dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Sudarso mengaku tahu beberapa investasi yang ditawarkan Yusuf Mansur, seperti investasi usaha patungan, patungan aset, hingga investasi travel haji dan umrah.

Bahkan pada 2013, Otoritas Jasa Keuangan sempat menghentikan investasi aset yang digalang Yusuf Mansur. "Banyak investasi yang digalang Ustaz Yusuf Mansur. Dari berbagai macam investasi ini, anggotanya bisa mencapai sekitar dua ribu orang," terangnya.

Selain menjadi kuasa korban empat orang asal Surabaya, Sudarso mengaku siap menjadi kuasa korban lainnya.

"Jika ada yang ingin mendapatkan uangnya kembali, kami akan memfasilitasinya," tandasnya.
(roi/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed