"Memang sebenarnya sudah diatur bahwa debat cagub yang minggu kemarin cagub, dan minggu ini cawagub. Memang dari awal rencananya adalah calon wakil jadi debatnya antarwagub, bukan antarpasangan," ujar Anies di aula Buya Hamka, kompleks Masjid Agung Al-Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (3/4/2017).
Pihak Anies-Sandi kemudian heran dengan promosi yang dilakukan bahwa debat dilaksanakan dengan pasangan cagub-cawagub. "Dan kita juga heran kenapa promonya tetap pasangan, padahal sudah tahu itu debatnya antarwagub," jelas Anies.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain karena kesepakatan awal debat dilaksanakan antarawagub, pihak Anies-Sandi menginginkan debat yang dilaksanakan dengan dialog dan adu gagasan. Namun hingga menjelang debat, kesepakatan tersebut tidak tercapai.
"Kita ingin diskusinya, dialognya, tentang program, tentang gagasan, bukan adu suara antarpendukung. Jadi kita tidak ada masalah dengan debatnya, tapi kita minta yang hadir dalam debat itu jumlahnya berapa pun, tapi nonpendukung," kata Anies.
Hadirnya penonton debat yang bukan dari pendukung pasangan calon akan membuat diskusi fokus pada program. Anies mengatakan pihaknya ingin lebih menenangkan suasana Pilkada DKI.
"Jangan sampai debat itu justru memperuncing. Kenapa? Ruangannya ada lomba sorak-sorai antarpendukung. Kita ingin justru suasana di pilkada menjadi lebih sejuk. Kita ingin persatuan terjaga dan salah satu caranya dengan membuat diskusi-diskusi dialog lebih tenang," pungkas Anies. (nvl/imk)











































