Namun cawagub nomor urut 3 itu tak mau menyebut lokasi yang akan dibangun rumah seharga Rp 350 juta itu. Alasannya, dia khawatir akan ada pihak-pihak tertentu yang akan bermain.
"Tempatnya sudah kami identifikasi, tapi tidak bisa kami rilis. Mohon maaf, karena banyak sekali spekulan yang akan bermain tanah. Kami sudah identifikasi. Percayalah, saya sudah pernah buat bisnis dari nol," kata Sandiaga di Universitas BSI, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengaku sudah melakukan riset sejak mendapat tugas dari calon gubernur Anies Baswedan tentang program uang muka (DP) rumah nol rupiah.
"Waktu Mas Anies kasih tugas saya buat bikin program nol rupiah ini, saya sudah riset, membawa beberapa panel, ahli-ahli, dan mereka menyatakan ini bisa dilakukan dan ada landasan hukumnya. Sudah dilakukan di beberapa negara yang lain. Mestinya diskursusnya itu berkaitan dengan bagaimana membuat program itu lebih baik," papar Sandiaga.
Sandi mengaku bisa menerima kritik dari beberapa kalangan yang pesimistis DP nol rupiah bisa diwujudkan. Dia tetap optimistis DP rumah nol rupiah bisa terlaksana.
"Tapi saya terima, karena ini lagi pilkada, saling menjatuhkan. Nanti warga yang selama ini hanya bisa mengontrak selama hidupnya kami berikan solusi mengikuti program rumah DP nol rupiah. Banyak spekulan yang sudah mulai mengendus, nanti implementasinya bisa sulit. Alhamdulillah, kami berkomitmen programnya untuk rakyat," tutup Sandiaga. (adf/erd)











































