DetikNews
Selasa 21 Maret 2017, 11:08 WIB

Sidang Ahok

Penjelasan Ahli Bahasa UI tentang Pidato Ahok soal Al-Maidah 51

Haris Fadhil - detikNews
Penjelasan Ahli Bahasa UI tentang Pidato Ahok soal Al-Maidah 51 Suasana sidang Ahok (Haris Fadhil/detikcom)
FOKUS BERITA: Ahok Dieksekusi
Jakarta - Guru besar linguistik dari Universitas Indonesia (UI) Prof Rahayu Surtiati mengaku telah menganalisis pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang Surat Al-Maidah ayat 51. Rahayu menyebut apa yang disampaikan Ahok didasari pengalaman.

Awalnya, majelis hakim menanyakan apakah ketika mengucapkan 'jangan mau dibohongi pakai Al-Maidah 51' Ahok beranggapan bahwa ada orang yang membohongi menggunakan surat itu. Rahayu menyebutkan bahwa itu bukanlah anggapan, melainkan berdasarkan pengalaman Ahok.

"Saya kira bukan anggapan, karena saya baca buku yang pernah ditulis (Ahok), dan di situ kan diawali dengan kata 'saya ingin cerita'. Jadi, karena saya menghubungkan dengan pengalaman pembicara, maka ini berdasarkan pengalaman," kata Rahayu saat memberikan pendapat dalam sidang di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

"Tapi apakah orang yang menggunakan Al-Maidah itu berbohong itu hanya anggapan si pembicara saja?" tanya hakim.

"Mungkin saja karena isinya bisa diinterpretasikan macam-macam. Mungkin saja, tapi saya tidak berani menyatakan hal itu karena saya tidak menguasai bahasa Arab," ujar Rahayu.

Rahayu, yang mengaku telah melihat video lengkap pidato Ahok, mengatakan Surat Al-Maidah ayat 51 bisa saja digunakan sebagai alat kebohongan. "Karena itu suatu surat dalam Al-Quran, tentu tidak mengandung kebohongan, tapi orang bisa menggunakan itu untuk membohongi orang," kata Rahayu.

Kemudian hakim bertanya tentang cara orang membohongi orang lain menggunakan Al-Maidah. "Tadi Anda sampaikan arti kata 'bohong' tidak sesuai dengan hal yang sebenarnya. Ketika Anda mengatakan ada orang yang membohongi menggunakan Al-Maidah 51 artinya ada yang menyampaikan artinya yang tidak sebenarnya. Nah kalau disampaikan berbohong, apakah itu artinya yang menyampaikan itu mengatakan ambillah pemimpin dari Yahudi dan Nasrani?" tanya hakim.

"Itu salah satu cara membohongi, tapi ada cara lain bisa dengan interpretasinya," jawab Rahayu.
(dhn/fdn)
FOKUS BERITA: Ahok Dieksekusi
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed