detikNews
Kamis 09 Maret 2017, 04:00 WIB

Blitar Jalin Kerja Sama Smart City dengan Kota Bandung

Erliana Riady - detikNews
Blitar Jalin Kerja Sama Smart City dengan Kota Bandung Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar - Wali Kota Blitar M Samanhudi Anwar menandatangani perjanjian kerja Sama Smart City dan E-Goverment dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Perjanjian kerja sama itu dilakukan di Balaikota Kusuma Wicitra, Jl Sudanco Supriyadi Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (8/3/2017).

6 kepala daerah lain hadir dalam acara itu seperti dari Jawa Timur yakni Bupati Malang, Wali Kota Mojokerto, Bupati Probolinggo dan Bupati Kediri. Selain itu juga hadir Bupati Buleleng Bali dan Bupati Tanjung Balai Sumut.

Dalam sambutannya, Wali Kota Blitar Samanhudi memaparkan keberhasilan kota Blitar yang menerapkan konsep ekonomi kerakyatan. Konsep ini berhasil membawa masyarakat Blitar mengalami pertumbuhan ekonomi 5,6% dalam setahun. Namun Kota Blitar membuka peluang kerja sama dengan daerah lain untuk kemajuan bersama.

"Kita mau kerjasama dengan sangat kebangsaan. Semuanya menarik, kita juga banyak kurangnya namun juga tidak kalah dengan Bandung. Jadi dimana kita kurang akan adopsi mana yang bagus dari Bandung, begitu juga sebaliknya," kata Samanhudi.

Blitar Jalin Kerja Sama Smart City dengan Kota BandungFoto: Erliana Riady/detikcom


Sementara Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil lebih memberikan semangat pada kepala daerah yang hadir untuk percaya diri dengan menggali kearifan lokal bagi kemajuan bangsa terutama menjaga persatuan kesatuan.

"Indonesia ini kalau kompak tidak ada yang melawan. Tadi saya bilang tahun 2030 akan jadi ranking tujuh dunia. 2045 akan ranking tiga dunia. Syaratnya apa, cepat pertumbuhannya," kata Ridwan Kamil.

Menurut Kang Emil, syarat cepat tumbuh harus kompak dengan saling berbagi. Tapi juga semua berjalan sendiri-sendiri, mustahil pertumbuhan itu cepat tercapai.

"Intinya kurangi kata-kata kompetisi, sebaliknya perbanyak kata-kata kolaborasi," ujarnya.

Untuk itu, tambahnya, Bandung menawarkan cara paling mudah untuk ditiru daerah lain. Yang paling mudah adalah smart city dengan teknologi.

"Kami lompat jauh dengan memakai sistem ini, dari ranking 200 menjadi ranking satu penghargaan dari Menpan, layanan publik sudah terlampaui, open Governance kami juga diakui Mendagri, nah ini bisa disharing untuk daerah lain ," katanya.

Ada 300 software smart city yang ditawarkan Pemda Bandung bagi daerah yang mau mengadopsinya. Ridwan mengilustrasikan, dia membelanjakan dana 500 miliar untuk teknologi mencapai smart city. Jika semua daerah membelanjakan anggaran yang sama untuk permasalahan yang sama, dijamin Indonesia akan maju pesat berkembang bersama.

Yang paling istimewa, menurut Ridwan Kamil adalah e-budgeting. Software ini berhasil menemukan anggaran-anggaran siluman, anggaran-anggaran kurang penting.

"Bandung pakai software itu terbukti bisa menghemat hingga 1 trilyun rupiah. Silakan dipakai mana yang cocok untuk kemajuan bersama," jelasnya.

Saat ditanya kenapa memilih Kota Blitar untuk diajak kerja sama, dengan nada seloroh Ridwan menjawab. "Saya sudah lama cari-cari alasan supaya bisa ke Blitar, nah ini akhirnya ketemu alasannya. Daripada semua ke Bandung, sangat senang aja kalau saya bisa ke Blitar," candanya.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed