Seremonial pemberian potongan kiswah tersebut dilakukan setelah Raja Salman dan Presiden Jokowi menunaikan salat sunah tahiyatul masjid di Istiqlal, Kamis (2/3/2017). Raja Salman kemudian meminta potongan kiswah itu dibingkai agar bisa dilihat masyarakat.
"Nantinya akan dipasang, tapi dibingkai dulu. Kami carikan bingkainya yang bagus agar tidak rusak," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar saat berbincang dengan detikcom, Kamis malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasaruddin menyatakan pada potongan kiswah yang diberikan untuk Masjid Istiqlal terdapat kaligrafi yang disulam menggunakan benang emas asli. Jadi dibutuhkan perawatan khusus sebelum dibingkai.
"Lebarnya sekitar 3 meter, cukup besar dan berat," ungkap Nasaruddin.
Potongan kiswah itu akan segera dipasang di Masjid Istiqlal agar masyarakat bisa melihatnya. Tetapi potongan kiswah itu tidak direncanakan dipasang di ruang salat.
"Nanti kita kan ada perpustakaan museum Istiqlal. Jadi masyarakat yang ingin melihat nanti bisa di perpustakaan," kata Nasaruddin.
Untuk menjaga agar potongan kiswah tidak rusak, nantinya akan diletakkan pada posisi agar tak mudah disentuh. Tetapi tetap dapat terbaca kaligrafi yang tertulis pada potongan kain penutup Kakbah tersebut.
"Tetapi saya belum tahu itu potongan surat apa, karena tadi langsung dilipat," kata Nasaruddin. (bag/aan)











































