Menurut salah satu keluarga korban H Pujono (58) anggota Polsek Wonoayu menyatakan bahwa rombongan para guru asal SD Negeri Jimbaran Wetan melaksanakan rekreasi dalam rangka pisah sambut kepala sekolah.
Halaman SDN Jimbaran Wetan, Sidoarjo (Suparno Nodhor/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pujono telah mendapat kabar sekitar pukul 15.00 WIB dari Kapolsek Wonoayu. Sebenarnya sejak pukul 13.00 WIB, dia juga mendapat telepon dari jajaran Kepolisian nanum telepon tersebut tidak sempat diangkat.
"Ternyata mendapat kabar seperti itu, untuk istri kami meninggal sementara anak kami yang bernama Firda Putri Andini (12) masih hidup," terangnya.
Sementara itu di tempat yang sama, kerabat korban Nur Saadah (32) guru MI Sunan Kalijogo desa Ketimang Wonoayu menjelaskan bahwa H Suwandi (50) asal desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sekolah UPT. SD Negeri Jimbaran Wetan dan dipindah tugaskan ke UPT SD Negeri Jimbaran Kulon. Sedangkan posisi Kepala Sekolah UPT Jimbaran Wetan dijabat Zuhro yang sebelumnya menjabat kepala SD Ketimang I Kecamatan Wonoayu asal Desa Ketimang RT 7, RW 2 Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.
Menurutnya, rekreasi pisah sambut kepala sekolah ke salah satu tempat wisata yg ada di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah tersebut juga diikuti semua guru di SD Negeri Jimbaran Wetan. Rombongan mulai berangkat sejak Sabtu, 25 Februari sekitar pukul 08.00 WIB pagi.
Dia mengaku belum mengetahui pasti pergantian kepala sekolah. Diperkirakan pergantian kepala sekolah terjadi di awal Februari. Sebelumnya, korban (Suwandi) pernah mengadakan syukuran di rumahnya dengan mengundang beberapa guru yang ada di kecamatan Wonoayu.
"Baru Kamis kemarin, Pak Wandi ngadain syukuran. Dan guru-guru juga diundang semua," katanya.
Berdasarkan informasi yang beredar, rombongan para guru dengan tujuan wisata Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah menggunakan bus pariwisata PO Solaris Jaya Nopol K 1677 CD. Namun, sebelum sampai di tempat tujuan wisata, tepatnya di Jalan umum dusun Banaran desa Gondosuli Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar Jateng, bus yang melaju dari atas dengan kecepatan tinggi hingga sulit dihentikan dan terperosok hingga terbalik kedalam sungai di wilayah Dusun Banaran.
Hingga saat ini, ada tujuh orang yang diketahui meninggal. Diantaranya ;
1. Suwandi, (50) almt Wonokasaian Rt.06, Rw. 02, wonoayu, Sidoarjo, Jatim. (Kepala sekolah SDN. Jimbaran Kulon)
2. Ica Susilowati, 23, anak dari Suwandi.
3 Ria Resbara, Adik Ipar Suwandi.
4. Dra Hj. Zuhro, almt Ketimang Rt. 07, Rw. 02, wonoayu, Sidoharjo, Jatim (Kepala Sekolah SDN. Jimbaran Wetan).
5. Puji Haryanto, almt Padangan Rt. 07, Rw. 03, Tulangan, Sidoharjo, Jatim
6. Ega, almt Sidoarjo. Jatim
7. Belum di ketahui identitasnya masih di RSUD Karanganyar, Jateng (Suparno Nodhor/dnu)











































Halaman SDN Jimbaran Wetan, Sidoarjo (Suparno Nodhor/detikcom)