Diprotes Pedagang Pasar Senen, ini Jawaban Manajemen

Diprotes Pedagang Pasar Senen, ini Jawaban Manajemen

Nathania Riris Michico - detikNews
Jumat, 20 Jan 2017 17:28 WIB
Diprotes Pedagang Pasar Senen, ini Jawaban Manajemen
Foto: Nathania Riris Michiko/detikcom
Jakarta - Para pedagang korban kebakaran Pasar Senen memprotes manajemen pengelola terkait relokasi. Para pedagang di Blok 1 dan 2 menuntut agar relokasi di Blok 5 dapat menampung seluruh kios yang sebelumnya terbakar.

"Ini kan kebakaran Blok 1 dan 2 nah kita akan menyediakan di Blok 5 lantai 1 dan 2, tapi akan kita benahi dulu, ini mereka agak tidak mengerti. Kalau dengan kondisi sekarang tidak cukup, makanya kita sekat-sekat lagi dengan 2 x 2 meter karena jumlah mereka cukup banyak," ujar Pimpinan Unit Blok 1 dan 2 PT Pembangunan Jaya, Prismo Juniprianto, kepada detikcom di kantor Pemasaran Pasar Senen Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2017).

"Mereka ingin segera berdagang, kita bukan manusia super. Kita mesti prepare. Kita memikirkan ribuan orang," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prismo menyebut ada 1.102 kios dengan 1.600 pedagang di Blok 1 dan 2. Sebanyak 452 kios di antaranya adalah kios pakaian bekas.

"Kita sekarang numpang di Blok 5 yang sebagian ditempati, jadi tidak bisa menempati seperti dulu, yang punya 10 kios dapat 10 kios baru, yang penting kita upayakan mereka bisa berdagang dulu," terangnya.

Mengantisipasi adanya rebutan kios di antara ribuan pedagang, Prismo akan membuat sistem undi agar adil. Dia berharap pedagang bisa mengerti dan menunggu hingga situasi membaik.

Manajemen, sambung Prismo, akan mengusahakan renovasi Blok 5 lantai 5 dan 6. Dia tidak ingin blok ditempati dengan kondisi tidak layak untuk berdagang.

"Kita akan berhitung ulang sesuai keinginan mereka agar lebih cepat. Kalau mau cepat, kita cari solusi lain, ada lokasi di lantai 5 dan 6 bisa digelar tanpa renovasi. Tapi kita tidak mau menyiapkan kondisi apa adanya, kan harus ada keramik dulu dan rolling door. Kalau ada kehilangan, nanti protes ke manajemen lagi," terangnya.

"Ibarat kata, kita nih kapasitas sekarang terbatas. Mereka berharap (jumlah kios) sama dengan yang saat ini mereka sewa, kan nggak mungkinlah," ujarnya.

Menurut Prismo, saat ini kerugian dari segi bangunan untuk Blok 1 dan Blok 2 mencapai Rp 125-150 miliar.

(nth/fdn)


Berita Terkait