detikNews
Selasa 17 Januari 2017, 10:14 WIB

Ribka Tjiptaning Ngaku Diganggu Massa Ormas, Polisi Membantah

Arief Ikhsanudin - detikNews
Ribka Tjiptaning Ngaku Diganggu Massa Ormas, Polisi Membantah Ribka Tijptaning (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Politikus PDIP Ribka Tjiptaning mengaku diganggu massa ormas saat menggelar pengobatan gratis untuk masyarakat di Tambora, Jakbar. Namun hal berbeda disampaikan pihak kepolisian.

Ribka menyampaikan peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/1/2017) lalu. Saat itu Ribka menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis massal yang dilakukan Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) DPP PDI Perjuangan di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora.

Acara tersebut digelar sejak pukul 09.00 WIB pagi. Sekitar pukul 12.00 WIB, Cawagub nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat mendatangi lokasi pengobatan gratis. Menurut Ribka, Djarot berada di lokasi selama kurang-lebih 20 menit.

"Kejadiannya setelah Pak Djarot meninggalkan lokasi. Ada sekelompok massa dengan atribut dan bendera tertentu melakukan aksi mengecam acara pengobatan gratis. Mereka berteriak 'Baguna PDIP kafir'. Mereka juga meminta agar pengobatan segera dibubarkan," kata Ribka, Selasa (17/1), dalam keterangannya.

Ribka mengatakan ada dua polisi dan dua anggota Bawaslu pada saat kejadian. Setelah teriakan-teriakan itu, kata Ribka, para pemuda tersebut lantas menendangi mobil Baguna PDIP.

"Akhirnya saya memutuskan pengobatan gratis diakhiri. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Ribka.

Ribka memilih tidak melapor ke kepolisian. Alasannya, ada dua polisi pada saat kejadian.

"Sesuai arahan partai, kami akan melapor ke Bawaslu. Nanti oleh tim hukum DPP PDIP," ujar Ribka.

Kapolsek Tambora M Syafii sudah mendapatkan laporan dari dua bawahannya yang mengawal acara pengobatan gratis tersebut. Menurut Syafii, tidak ada gangguan atau pembubaran terkait dengan acara tersebut.

Syafii mengatakan ada remaja tanggung yang datang ke lokasi. Namun jumlahnya hanya lima orang. Menurutnya, acara tersebut aman sampai selesai.

"Acara itu berjalan dengan lancar. Tidak ada penghadangan atau pembubaran. Massanya pada saat acara hanya tiga sampai lima orang. Itu anak kecil. Sekitar SD atau SMP. Acara sampai selesai," kata Syafii.
(fjp/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com