DetikNews
Kamis 12 Januari 2017, 17:54 WIB

Massa FPI dan Polisi Bersitegang di Dekat Mapolda Jabar

Avitia Nurmatari - detikNews
Massa FPI dan Polisi Bersitegang di Dekat Mapolda Jabar Foto: Avitia Nurmatari/detikcom
Bandung - Keributan kecil antara massa FPI yang mengenakan pakaian putih dan aparat kepolisian terjadi sekitar 300 meter dari Mapolda Jawa Barat, Bandung. Polisi membentuk barikade untuk memukul mundur massa.

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, Kamis (12/1/2017), keributan dimulai sekitar pukul 16.30 WIB. Massa yang coba merangsek ke dekat Mapolda terus didorong menjauh oleh aparat.

Sempat Terjadi Kericuhan di Dekat Mapolda JabarFoto: Avitia Nurmatari/detikcom
Keributan berawal saat massa berpakaian putih dan gabungan organisasi masyarakat Sunda melakukan aksi di depan Mapolda Jawa Barat. Sekitar pukul 16.00 WIB, mereka tampak telah membubarkan diri.

Massa berpakaian putih terlebih dahulu meninggalkan kawasan Mapolda kemudian disusul gabungan ormas sunda. Begitu Polisi yang berjaga mulai meninggalkan lokasi aksi dan masuk kembali ke Mapolda, tiba-tiba ada massa berpakaian putih yang kembali mendatangi Mapolda dan berusaha masuk. Namun dihalangi oleh polisi bermotor.

Sempat Terjadi Kericuhan di Dekat Mapolda JabarFoto: Avitia Nurmatari/detikcom
Tampak ada beberapa massa yang terluka di bagian tangan dan kaki. Teriakan terdengar saut-sautan.

Tampak pula ada mobil yang rusak. Kaca mobil tersebut rusak dan ada batu di dalam.

Massa berhasil didorong mundur ke arah Perempatan Gedebage sekitar Pukul 17.30 WIB. Perempatan tersebut terletak sekitar 1,5 km dari markas Polda Jabar.

Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, peristiwa yang terjadi 30 menit usai pemeriksaan Imam Besar FPI Habib Rizieq itu diduga dipicu oleh pemukulan kepada anggota kelompok ormas yang kontra Habib Rizieq oleh oknum massa FPI.

"Pada saat salah satu anggota GMBI mau ambil motor di sebelah sana (area massa FPI) kemudian dicegat, kena pukul tangannya," ujar Yusri kepada wartawan di Mapolda Jabar.

Peristiwa itu, lanjut Yusri, yang memicu aksi balasan dari gabungan organisasi masyarakat Sunda.

"Jadi itu sistem balasan, eksesnya perusakan mobil," terang Yusri.

Lebih lanjut Yusri mengatakan, saat ini Polda Jabar baru menerima laporan dari pihak kelompok gabungan ormas Sunda. Sementara pihak FPI belum melaporkan terkait rusaknya salah satu mobil anggotanya.

"Yang lapor dari masyarakat Sunda. Dari FPI belum lapor," tandasnya.
(rna/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed