Melihat Basis Dukungan Cagub dan Cawagub DKI dari Survei 2 LSI

Dinamika Pilgub DKI

Melihat Basis Dukungan Cagub dan Cawagub DKI dari Survei 2 LSI

Andhika Prasetia, Kanavino Ahmad Rizqi - detikNews
Jumat, 16 Des 2016 14:22 WIB
Melihat Basis Dukungan Cagub dan Cawagub DKI dari Survei 2 LSI
Foto: Ilustrator Zaky Alfarabi
Jakarta - Enam puluh hari menjelang digelarnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, dua lembaga yakni Lingkaran Survei Indonesia pimpinan Denny Januar Ali (LSI Denny JA) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan riset. Mereka meneliti elektabilitas dan basis dukungan masing-masing kandidat.

Seperti diketahui Pilgub DKI diikuti tiga pasang calon, yakni: Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni; Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno.

LSI Denny JA melakukan survei pada 1 sampai 6 Desember 2016 dengan melakukan wawancara tatap muka langsung kepada 440 responden yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dan margin of Error plus minus 4,8%.

Menurut hasil sigi LSI Denny JA dukungan untuk ketiga kandidat saling mengalahkan di beberapa segmen pemilih. Di segmen
agama, pemilih muslim yang merupakan populasi pemilih terbesar, Agus-Sylvi memperoleh dukungan sebesar 36,10 %, disusul Anies-Sandi 25,20 %, dan Ahok-Djarot sebesar 21,70 %. "Masih ada 17% pemilih muslim yang belum menentukan pilihan," kata peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/12/2016).

Sebaliknya di pemilih non muslim, Ahok-Djarot unggul telak yaitu sebesar 92,90 %. Dukungan terhadap Agus-Sylvi dan Anies-Sandihanya masing-masig 3,60 %.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di segmen pendidikan menengah, Agus-Sylvi unggul dari pasangan Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi. Sementara Ahok-Djarot unggul di segmen pemilih yang berpendidikan tinggi.

Agus-Sylvi juga unggul di segmen pemilih berpendapatan rendah, -kurang dari Rp 3,5 juta per bulan-, dibandingkan pasangan Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi. Sementara pasangan Ahok-Djarot unggul dari pasangan Anies-Sandi maupun Agus-Sylvi di segmen pemilih pendapatan tinggi, dengan pendapatan lebih dari Rp 3,5 juta per bulan.

Di segmen usia, Agus-Sylvi unggul di hampir semua segmen terutama di pemilih berumur di bawah 50 tahun. Sementara pasangan Ahok-Djarot unggul di segmen usia di atas 50 tahun.

"Secara teritori, Agus-Sylvi sementara ini unggul di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.Pasangan Ahok-Djarot unggul tipis di Jakarta Selatan. Dan ketiga pasangan calon bersaing ketat di Jakarta Barat," kata Adjie.

LSI juga melakukan survei terkait elektabilitas dan basis dukungan. Dalam surveinya, LSI mengambil 800 sampel untuk dilakukan wawancara secara tatap muka. Populasi survei ini seluruh warga negara Indonesia di Provinsi DKI Jakarta yang memiliki hak pilih, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun. Survei dilakukan dari tanggal 3 sampai 11 Desember 2016.

Metode yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 3,5 persen. Quality control hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen.

Hasil survei LSI memperlihatkan bahwa Agus Yudhoyono disukai calon pemilih karena tegas dan berwibawa. Adapun Ahok didukung karena dianggap memiliki kinerja yang sudah terbukti dan Anies dipilih karena pintar dan berpendidikan.

Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi mengatakan hingga saat ini terlihat bahwa dukungan dari partai pengusung ketiga pasangan calon tersebut masih solid. "Soliditas basis partai pengusung tampak relatif stabil, kecuali basis koalisi partai-partai pendukung Agus-Silvy yang agak menurun dibanding bulan lalu," kata Kuskridho.





(erd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads