"Sabtu (12/11) kemarin kita bertemu Kasatpol PP, Jupan Royter. Dia koordinasi dan kita ada kesepakatan, apa yang saya katakan tanggal 25 November, kita turunkan (baliho). Dia katakan ya, dia sepakat itu," kata Lulung kepada detikcom saat ditemui di Posko Pemuda Panca Marga, Jl H Fachrudin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (13/11/2016).
Di depan posko inilah baliho dipasang. Lulung mengatakan, pemasangan baliho tersebut tidak ada hubungannya dengan Pilgub DKI. Baliho tersebut dipasang sebagai ekspresi dari masyarakat dan umat Islam secara umum atas adanya kasus dugaan penistaan agama yang diduga mereka dilakukan oleh Ahok. Baliho tersebut dipasang untuk mendorong kepolisian untuk menyelesaikan kasus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi enggak ada hubungannya semua dengan Bawaslu dan Pilkada," lanjutnya.
Sebelumnya, Kasatpol PP DKI Jupan Royter mengatakan dirinya sudah mengecek langsung lokasi terpasangnya baliho. Satpol pp masih berupaya persuasif aga baliho tersebut dicopot.
"Saya sudah datang kesana, saya coba pendekatan meminta baliho itu diturunkan karena dikhawatirkan menjadi meresahkan," kata Jupan saat dikonfirmasi, Sabtu (12/11) malam.
"Saya minta tolong diturunkan. Saya ketemu Pak Lulung, saya pendekatan. Dia bilang (baliho) enggak ada kaitan dengan Pilkada. Tapi ini bisa mengganggu ketertiban," terang Jupan. (bis/dnu)











































