Lulung: Baliho 'Tangkap Ahok' Akan Diturunkan pada 25 November Nanti

Lulung: Baliho 'Tangkap Ahok' Akan Diturunkan pada 25 November Nanti

Bisma Alief Laksana - detikNews
Minggu, 13 Nov 2016 15:09 WIB
Lulung: Baliho Tangkap Ahok Akan Diturunkan pada 25 November Nanti
Abraham Lunggana (tengah, berkemeja putih)/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Satpol PP DKI Jakarta mengupayakan secara persuasif penurunan baliho 'Tangkap Ahok'. Namun menurut Wakil Ketua DPRD DKI dari PPP Abraham Lunggana (Lulung) pihaknya sudah sepakat dengan Kasatpol PP DKI Jupan Royter bahwa baliho diturunkan tanggal 25 November 2016.

"Sabtu (12/11) kemarin kita bertemu Kasatpol PP, Jupan Royter. Dia koordinasi dan kita ada kesepakatan, apa yang saya katakan tanggal 25 November, kita turunkan (baliho). Dia katakan ya, dia sepakat itu," kata Lulung kepada detikcom saat ditemui di Posko Pemuda Panca Marga, Jl H Fachrudin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (13/11/2016).

Di depan posko inilah baliho dipasang. Lulung mengatakan, pemasangan baliho tersebut tidak ada hubungannya dengan Pilgub DKI. Baliho tersebut dipasang sebagai ekspresi dari masyarakat dan umat Islam secara umum atas adanya kasus dugaan penistaan agama yang diduga mereka dilakukan oleh Ahok. Baliho tersebut dipasang untuk mendorong kepolisian untuk menyelesaikan kasus tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena ini persoalannya berbeda, karena ini kan (persoalan) penistaan agama. (Baliho) Ekspresi dari masyarakat, anak-anak muda, khususnya umat Islam. Dituangkanlah di dalam situ (baliho), untuk mendorong kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan," ujar Lulung.

"Jadi enggak ada hubungannya semua dengan Bawaslu dan Pilkada," lanjutnya.

Sebelumnya, Kasatpol PP DKI Jupan Royter mengatakan dirinya sudah mengecek langsung lokasi terpasangnya baliho. Satpol pp masih berupaya persuasif aga baliho tersebut dicopot.

"Saya sudah datang kesana, saya coba pendekatan meminta baliho itu diturunkan karena dikhawatirkan menjadi meresahkan," kata Jupan saat dikonfirmasi, Sabtu (12/11) malam.

"Saya minta tolong diturunkan. Saya ketemu Pak Lulung, saya pendekatan. Dia bilang (baliho) enggak ada kaitan dengan Pilkada. Tapi ini bisa mengganggu ketertiban," terang Jupan. (bis/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads