"Telah dibebaskan sandera yang disandera sejak empat tahun lalu sebanyak empat orang sudah dibebaskan," ujar Retno di Ruang Palapa, Kementrian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (24/10/2016).
Keempat WNI tersebut atas nama Sudirman (24) asal Medan, Adi Manurung (32) asal Medan, Elson Pesireron (32) asal Ambon, dan Supardi (34) asal Cirebon.
Retno mengatakan WNI tersebut masuk dalam 26 ABK yang berasal dari Cina, Kamboja, Indonesia, Vietnam, dan Taiwan. Para ABK tersbut tiba di Kenya pada pukul 21.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Kementerian sudah mengabarkan pada masing-masing keluarga WNI tersebut. Setelah tiba di Indonesia, mereka akan dipulangkan pada keluarga masing-masing.
Sementara itu, Jubir Kementrian Luar Negeri Armanatha Nasir menegaskan tidak ada pembayaran tebusan bagi para sandera. Dia menepis rumor yang beredar di luar mengenai pembayaran tebusan bagi sandera tersebut.
"Sikap Indonesia selalu tegas, tidak akan pernah membayarkan tebusan bagi pemberontak," tegas Armanatha Nasir.
Ada 29 ABK yang disandera oleh perompak Somalia tersebut. Para ABK tersebut disekap saat kapal berbendera Oman FV Naham 3 dibajak di dekat Seychelles pada bulan Maret 2012. Ketika itu serangan bajak laut umum terjadi di daerah itu.
Sebelumnya manajer wilayah Afrika Timur, John Steed mengatakan bahwa salah satu ABK meninggal selama pembajakan. Setelah itu dua ABK meninggal karena penyakit. Di antara mereka yang dibebaskan, satu ABK dirawat karena luka tembak di kakinya. Selain itu tiga pelaut lainnya menderita diabetes. (fjp/fjp)