"Mengenai rencana Pak Wagub itu kita belum rapat teknisnya. Khusus dinas kebersihan ini belum dapat undangan rapat teknisnya," ujar Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim di Kantor Dinas Kebersihan, Jl. Mandala V, Cililitan Besar, Jakarta Timur, Rabu (19/10/2016).
Menurut Ali, rapat teknis kemungkinan akan melibatkan sejumlah dinas terkait seperti Dinas Kesehatan. Sebab penanganan tikus harus dilakukan sesuai prosedur kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi yang pasti tikusnya ini yang mau diambil tikus yang di wilayah permukiman Jakarta. Untuk yang menangkapnya ini siapa? Nanti bisa dikoordinasikan sama RT. RT kan yang tahu siapa warganya. Yang pasti ini sudah jadi sebuah program tapi secara teknisnya gimana nanti belum dirapatin secara resmi," paparnya.
Mengenai anggaran program ini, Wagub Djarot menyebut alokasinya diambil dari kas Biro Umum dan Dinas Pertamanan. Djarot juga mengatakan, ada rencana pengumpulan bangkai tikus untuk dijadikan pupuk organik.
(fdn/try)











































