Cerita Anies Saat Dimintai Tolong Warga: Jangan Gusur Kami Pak

Cerita Anies Saat Dimintai Tolong Warga: Jangan Gusur Kami Pak

Niken Purnamasari - detikNews
Minggu, 09 Okt 2016 13:36 WIB
Cerita Anies Saat Dimintai Tolong Warga: Jangan Gusur Kami Pak
Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom
Jakarta - Masalah penggusuran menjadi salah satu hal yang disoroti oleh bakal cagub DKI Anies Baswedan. Ia mengatakan penggusuran seharusnya dilakukan dengan pendekatan komunikasi dan berprinsip keadilan bagi semua pihak.

"Yang penting komunikasi. Apapun yang diputuskan harus dikomunikasikan dengan baik, ada keadilan dan solusi karena yang dibutuhkan Jakarta bukan hanya keputusan tapi solusi. Jadi keputusan apapun harus memberikan keadilan untuk mereka," kata Anies usai menghadiri deklarasi warga Duren Sawit di Gedung Senam, Jalan Radin Inten, Jakarta Timur, Minggu (9/10/2016).

Berbicara soal penggusuran, di hari yang sama, saat menghadiri pengajian rutin di Majelis Taklim Habib Kwitang , Anies juga bercerita saat dirinya datang ke suatu perkampungan kumuh di Jakarta. Dirinya sempat dimintai tolong oleh masyarakat setempat agar rumah mereka tidak digusur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anies mengaku dirinya tersentuh dan iba saat masyarakat meminta tolong kepada dirinya soal penggusuran.

"Saya datang ke perkampungan kumuh. Mereka berbicara kepada saya, tolong kami pak jangan digusur. Lalu saya lihat pernyataan apa yang lebih mengibakan dibanding jangan digusur. Minta tolong jangan digusur supaya hajat hidup tetap berlangsung," ungkap Anies.

Menurut bakal cagub yang diusung oleh partai Gerindra dan PKS itu, semua lahan tanah yang dimiliki oleh warga Jakarta sebelumnya tidak memiliki sertifikat. Warga Jakarta di masa sebelumnya pun disebut Anies tidak memiliki tanah yang legal.

"Kita semua generasi ayah kita kakek kita semua pun tidak punya tanah-tanah legal. Semua ada di tanah yang nggak ada sertifikat bukan? Sebagian dari kita mendapat tanah-tanah yang status hukumnya legal yakni hak milik dan hak guna," jelas mantan Mendikbud itu.

"Tolong jangan dipandang mereka (penghuni yang tidak memiliki sertifikat) pengungsi dari negara lain. Mereka saudara sebangsa yang butuh keadilan," tandasnya. (nkn/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads