"Hasil koordinasi dengan Polda Jawa Timur itu memang ada 48 warga Jawa Barat yang masih berdiam di sana. Datanya sudah ada. Ada di Cianjur, Cirebon. Kemungkinan di wilayah lain, masih dikembangkan," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri ditemui di Makopolresta Bogor Kota, Jalan Kedunghalang, Kota Bogor, Jum'at (7/10/2016).
Dari puluhan pengikut Dimas Kanjeng tersebut, kata Yusri, yang terbanyak berasal dari Cianjur. Ada sekitar 30 warga Cianjur yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng. Namun sejauh ini, lanjut Yusri, belum ada satupun warga yang melapor ke pihak kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, puluhan warga Cianjur yang menjadi korban Dimas Kanjeng merupakan warga Nagrak, Cianjur. Karena sebelumnya, Dimas Kanjeng disebut-sebut pernah mendirikan padepokan di kawasan tersebut.
"Korban Cianjur kebanyakan di kawasan Nagrak, karena dulu itu ada padepokan Kanjeng Dimas di sana, tapi sekarang sudah tutup," kata Yusri.
Namun demikian, menurut Yusri, pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cianjur kini telah membuat posko pengaduan untuk menjadi fasilitator dengan Polres jika memang ada pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang merasa dirugikan. Saat ini, lanjut Yusri, Polda Jabar masih terus berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur untuk mengetahui apakah ada warga Jabar lainnya yang menjadi pengikut dan menjadi korban Dimas Kanjeng.
"Untuk penjemputan, kita masih akan berkoodinasi. Untuk wilayah Bogor, bukan tidak ada tapi kita masih berkoordinasi," tutupnya. (Hbb/Hbb)











































