Begini Cara Ahok, Anies dan Agus Galang Dana, Anda Mau Nyumbang Siapa?

Begini Cara Ahok, Anies dan Agus Galang Dana, Anda Mau Nyumbang Siapa?

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 03 Okt 2016 10:16 WIB
Begini Cara Ahok, Anies dan Agus Galang Dana, Anda Mau Nyumbang Siapa?
Foto: Subastian Basith
Jakarta - 3 Pasang cagub dan cawagub DKI Jakarta punya cara tersendiri menggalang pundi-pundi untuk kampanye. Mereka kompak berjanji untuk mengedepankan transparansi.

Pasangan petahana cagub dan cawagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat berencana mengumpulkan dana dengan menjual tiket makan malam. Harga tiket yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 10 ribu.

Lain Ahok, lain pula cara cagub dan cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Mereka menggagas "Gerakan Lima Puluh Ribu" (Galibu) sebagai sumber dana kampanye. Gagasan ini terinspirasi Presiden AS Barack Obama dalam menggalang dana kampanye.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, cagub dan cawagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni belum membocorkan secara rinci aksinya menggalang dana. Tim sukses Agus-Sylviana sedang dibentuk. Demikian pula dengan program-program kampanyenya.

Namun, menurut Roy Suryo, sistem pengumpulan dana untuk kampanye Agus-Sylviana dengan istilah 'kencrengan' atau urunan.

Soal besaran dana kampanye ini, berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah di bab yang mengatur tentang kampanye dijelaskan bahwa sumbangan dari perseorangan paling banyak Rp 50 juta, sedangkan dari badan hukum swasta (perusahaan) paling banyak Rp 500 juta.

Meskipun penggalangan dananya berbeda-beda, namun Ahok, Anies dan Agus berjanji untuk buka-bukaan tentang sumber dana kampanyenya kepada publik.


Ini 3 aksinya:

Tiket Makan Puluhan Juta

Foto: Subastian Basith
Ahok mendukung para relawan pendukungnya mengumpulkan dana kampanye, salah satunya dengan menjual tiket makan malam bersamanya.
Ahok menegaskan dia tetap menerima bantuan kampanye 'tarif bawah'.

"Kalau uang Rp 50 juta, saya mau sedikit klarifikasi. Bahwa yang tidak punya uang pun juga bisa untuk membantu. Bayar Rp 10 ribu juga bisa kok," kata Ahok di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (1/10/2016).

Ahok mengatakan bahwa masyarakat dari segala lapisan tetap bisa berpartisipasi dalam kampanye, tidak perlu berdompet tebal. Yang terpenting, kepercayaan publik bisa dihimpun. "Soal harga tiketnya Rp 10 ribu sampai Rp 10 juta, urusan belakangan," ucapnya.

Bila ingin mengundang Ahok sebagai pembicara, biayanya Rp 10 juta. Kalau mau Ahok melucu ala komika (stand up comedian), tarifnya setengah dari harga komika tenar yang diandaikan Ahok.

"Kalau orang lain Rp 10 juta, ya saya juga Rp 10 juta lah. Kalau Cak Lontong Rp 60 juta, ya saya Rp 30 juta lah. Kan lucunya cuma setengah," ujar Ahok santai.

Untuk acara jamuan makan, tarifnya beragam. Kisarannya dari yang murah meriah per orang sampai yang jutaan rupiah. "Tergantung kamu mau makan, Rp 10 ribu, Rp 1 juta, atau Rp 2 juta," ujarnya.

Tak hanya menjual tiket makan malam. Untuk menggalang dana kampanye, Ahok juga pernah berujar bahwa dirinya bersama tim pemenangan akan menjual kemeja kotak-kotak yang menjadi trade mark selama Pilgub DKI.

Soal transparansi sumbangan itu, Ahok akan membuka situs yang bisa digunakan untuk memantau sumbangan. Dengan begitu diharapkan tak ada duit yang terselubung.

Galibu

Foto: Agung Pambudhy
Anies dan Sandiaga memiliki konsep "Gerakan Lima Puluh Ribu" (Galibu) sebagai sumber dana kampanye.

"Kita berharap ada public engagement dan public funding karena Mas Anies mengingatkan ini bukan kampanye. ini gerakan kampanye. Kita mengajak semua warga Jakarta aktif untuk bersama kita membangun gerakan agar Jakarta menjadi lebih baik," kata Ketua Tim Pemenangan Mardani Ali Sera saat berbincang, Jumat (30/9/2016).

"Sebetulnya idenya banyak. Sejak zaman Obama di 2008 kan sudah mulai one dollar until five dollars. Tidak lagi menggunakan para pengusaha besar. Pak Jokowi di 2012 juga sama. Di PKS ada gerakan Rp 50 ribu memang,"sambung dia.

Mardani menambahkan, masyarakat Jakarta juga bisa ikut memantau langsung perkembangan dana kampanye. Untuk memastikan transparansi dari pengelolaan dana tersebut, Mardani mengatakan akan membuat rekening khusus. Rekening tersebut bisa akses oleh publik.

Kencrengan

Foto: Hasan Alhabsy
Tim pemenangan Agus-Sylviana, Roy Suryo menjelaskan sistem pengumpulan dana untuk kampanye Agus-Sylviana. Roy menyebut dengan istilah 'kencrengan' atau urunan.

"Kita ikuti aturan kampanye. Semua harus transparan, dan masyarakat harus tahu sumber dana kami," ujar Waketum Partai Demokrat dalam diskusi Polemik bertema 'Adu Strategi di Tanah Betawi' di Restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2016).

Sementara itu, Partai Demokrat menyebut Agus bersama tim tengah mempersiapkan tim pemenangan serta program kerja.

"Tim sukses sedang dibentuk, Insya Allah segera tampil dan turun ke publik. Tentu dalam waktu tidak lama akan ditawarkan program-program yang mengutamakan kepentingan publik," ujar Wasekjen Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin.

Didi menekankan pasangan Agus bersama Sylviana Murni memprioritaskan pembangunan Ibu Kota yang manusiawi. Pasangan yang juga diusung PPP, PKB dan PAN ini akan merangkul semua elemen masyarakat.

Halaman 2 dari 4
(aan/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads