Derita Pak Anda: Mantan Tukang Kebun Gedung Sate yang Kini Huni Gubuk Reyot di Bandung

Baban Gandapurnama - detikNews
Sabtu, 10 Sep 2016 12:18 WIB
Foto: baban/detikcom
Foto: baban/detikcom
Bandung - Lelaki uzur berbadan kurus kering ini duduk di depan pintu rumah berdinding bilik. Napasnya tersengal-sengal kala berbincang.

"Saya ini sesak nafas. Sudah lama sakit," kata Anda membuka obrolan bersama detikcom, Sabtu (10/9/2016).

Pak Anda sudah enam tahun atau sejak 2010 menghuni tempat tinggal tidak layak huni di bantaran Sungai Cidurian, Keluruhan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Mantan tukang kebun di Gedung Sate atau kantor gubernur Jabar tersebut tidak sendirian menempati rumah bilik ukuran 2 x 2 meter.

"Kalau di sini bareng lima orang, termasuk saya. Jadi ada anak, menantu dan dua cucu. Ya begini, sempit rumahnya. Kami tidur berdesak-desakan," ujar Anda.

Sebelum mendirikan hunian ala kadarnya yang memprihatinkan, Anda dahulu memiliki rumah permanen yang letaknya dekat dari tempat tinggal sekarang. Derita Anda mulai hinggap saat istrinya, Kurnianingsih, terserang stroke.

Ia terlilit utang untuk membiaya pengobatan sang istri tercinta. Takdir berkata lain, istrinya meninggal pada 26 Desember 2009. Kesedihan belum tuntas, Anda terpaksa menjual rumah ukuran tiga tumbak demi melunasi utang.

"Rumah dijual seharga 70 juta rupiah. Uangnya saya bagikan kepada tiga anak kandung. Sisa uang itu saya pakai buat bayar utang," ucap Anda sambil matanya menerawang.

Anda sempat mengontrak rumah di daerah yang sama. Namun ia hanya bertahan enam bulan lantaran tak memiliki uang untuk melanjutkan sewa rumah.

Uang hasil jual rumah, menurut Anda, ludes tanpa sisa. Pernah dia mengalirkan sejumlah uang kepada anak pertamanya yang berniat membeli sawah. Tetapi sekian lama ia menunggu kepastian ternyata tidak kunjung ada kabar. Entah anaknya kena tipu orang lain atau tidak, Anda enggan berburuk sangka.

Singkat cerita, Anda mendirikan rumah bilik di tepian Sungai Cidurian yang seharusnya tidak boleh berdiri bangunan tempat tinggal. "Ya beginilah keadaannya. Reyot rumahnya," ucap Anda.

Anda dapat info kalau anak pertamanya saat ini mengadu nasib ke Malaysia. Sedangkan anak keduanya berdomisili di Kabupaten Garut, Jabar, yang hingga kini belum pernah menyambanginya. Anak bungsu Anda, Aris Sutrisna (40), yang selama ini menemaninya, belum lama kerja serabutan di Sukabumi, Jabar.

"Kalau dulu, saya pernah kerja jadi tukang kebun di Gedung Sate. Ya tiga kali merasakan pergantian gubernur Jabar mulai zaman Pak Yogie SM, Pak Nuriana, hingga Pak Danny Setiawan. Kontrak kerja saya tidak diperpanjang saat zaman Pa Danny Setiawan," tutur Anda mengingat masa lampau.

Pak Anda salah satu potret nyata warga muskin di Kota Bandung. Meski didera keterbatasan ekonomi, Anda dan menantunya, Mira Mariama (35), tak pernah mengemis atau sengaja merekayasa rasa iba orang lain. Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mira berjualan muncang.

Hal tersebut membuat simpatik warga sekitar. Para dermawan pun datang dengan sendirinya.

Lelaki uzur ini mengehela napas. Sorot mata Anda menatap tajam ke seberang sungai. "Dulunya rumah saya. Sekarang lagi direnovasi oleh orang yang waktu itu membeli," kata Anda sambil menunjuk ke arah depan. (bbn/dra)