Tolak Digusur, Warga Rawajati Mengeluh pada Pahlawan di TMP Kalibata

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 31 Agu 2016 12:14 WIB
Foto: Warga Rawajati Tabur Bunga (Arief Ikhsanuddin/detikcom)
Jakarta - Saat mengadu kepada pejabat sudah tidak lagi didengar, mengeluh pada pahlawan adalah pilihan. Hal ini dilakukan sekitar 20 warga Rawajati, Jakarta Selatan yang menolak digusur.

Warga Rawajati rencananya akan dipindah ke Rusun Marunda, Jakarta Utara. Mereka menolak karena Rusun Marunda jauh.
Arief/detikcom

Mereka datang dengan menumpang Kopaja ke TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2016). Kemudian mereka berkumpul di kompleks TMP Kalibata. Setelah itu mereka masuk ke pemakaman.

Makam yang dipilih yakni makam AH Nasution karena berada di depan. Mereka berdoa di makam AH Nasution. Setelah itu mereka melakukan tabur bunga. Selain makam AH Nasution, mereka berdoa ke makam Pahlawan Revolusi, Ahmad Yani.

"Ketika mengadu ke yang hidup dari kelurahan hingga gubernur tidak didengar dan tidak punya hati nurani kita mengadu kepada pejuang yang telah berjuang demi kemerdekaan. Ini kritikan kepada pejabat yang tidak amanah. Semoga hatinya terenyuh," ujar perwakilan warga Rawajati, Iwan Basuki.
Arief/detikcom

Menurut Iwan, jika dipindah maka mereka ingin di sekitar Jakarta Selatan seperti Pasar Minggu atau Manggarai. Mereka menolak dipindah ke Marunda karena terlalu jauh.

"Marunda di Jakut sedangkan kita tinggal di Jaksel," kata Iwan.
Arief/detikcom

Kuasa hukum warga Rawajati Yaya Monkais mengatakan, belum ada info penggusuran namun beredar kabar jika penggusuran akan dilakukan Kamis (1/9/2016). Warga protes digusur karena salah satunya surat penggusuran hanya berupa SP1 yang keluar sejak setahun lalu.

"Harusnya ada SP2 dan SP3 sebelum penggusuran," ucap Yaya yang menyebut rumah warga yang terkena penggusuran yakni 90 kepala keluarga atau 60 rumah.

Tabur bunga dilakukan selama 15 menit. Setelah itu warga pulang kembali dengan menumpang Kopaja.

(nwy/nwk)