PT KAI Terapkan Sistem Check-in dan Boarding Pass di Stasiun Pasar Senen

Kartika Sari Tarigan - detikNews
Selasa, 26 Jul 2016 07:28 WIB
Stasiun Senen (Foto: Rachman Haryanto/detikFoto)
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta hari ini mulai menerapkan sistem check-in dan boarding pass bagi para calon penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Penerapan sistem ini diharapkan bisa meningkatkan pelayanan dan memberi kemudahan bagi pengguna jasa kereta api.

Pernyataan tersebut disampaikan SM Humas PT KAI Daop I Jakarta Bambang S Prayitno dalam keterangannya, Selasa (26/7/2016). Sistem check-in dan boarding pass ini diterapkan perdana di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat mulai 23 Juni lalu dan berhasil. Itulah yang menjadi tolak ukur pertimbangan kebijakan ini diterapkan di Stasiun Senen.

Dijelaskan Bambang, dengan diterapkannya sistem ini, maka setiap penumpang yang akan bepergian dari Stasiun Pasar Senen harus melakukan check-in di Check-In Counter yang telah disediakan. Ada sebanyak 16 unit mesin yang berada di stasiun ini.

Dengan sistem baru ini, penumpang yang telah membeli tiket di channel eksternal dan telah memiliki kode booking, serta penumpang yang telah mencetak tiket selanjutnya melakukan check in pada mesin check in mandiri yang ada di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. Proses check in ini dimulai bisa dilakukan calon penumpang dua belas jam sampai sepuluh menit sebelum jadwal keberangkatan KA.

Check in dilakukan dengan cara mengetikkan kode booking yang tercantum pada bukti transaksi pembelian tiket atau bisa juga dengan melakukan scan barcode dari tiket pada Mesin Check in Mandiri.

Mesin ini akan mengeluarkan (cetak) boarding pass yang mencantumkan nama dan ID penumpang, kode booking, dan nama KA beserta tujuan dan jadwal keberangkatan. Boarding pass inilah yang kemudian harus dibawa penumpang saat pemeriksaan identitas di boarding gate stasiun.

"Sangat mudah dan cepat, mirip dengan proses cetak tiket mandiri di stasiun," ujar Bambang.

Lantas apa bedanya Chek In Mandiri (CIM) dengan Mesin Cetak Mandiri (CTM)?

"Pada dasarnya hampir sama proses validasi penumpang, pada mesin. Jika pada CTM Pengguna jasa setelah mendapatkan kode booking selanjutnya mencetak tiket KA seperti umumnya, namun pada mesin Chek In Mandiri (CIM) pengguna jasa jika sudah mendapatkan kode booking dan mengetikan pada mesin ini akan mendapatkan struk tanda chek in dan berlaku sebagai tiket KA, jadi tidak perlu lagi tiket seperti biasanya, dan selanjutnya hanya membawa struk boarding pass tersebut masuk boarding gate (pintu boarding) dengan memperlihatkan Kartu identitas Asli (KTP, SIM, Passport, Kartu keluarga)," jelasnya.

Jika sudah punya tiket yang tercetak pada CTM, lanjut Bambang, calon penumpang hanya tinggal menscan barcode yang ada pada tiket dan selanjutnya akan mendapatkan struk chek in dan boarding pass.

"Ke depan Tiket yang di cetak di CTM akan diubah dan diganti dengan struk chek in mandiri (boarding pass), dan hanya bisa dicetak mulai 12 jam sebelum keberangkatan dari stasiun tersebut. Chek in mandiri tidak bisa mencetak tiket keberangkatan dari stasiun lain, tapi hanya di stasiun tersebut." tambah Bambang.

Sementara untuk penumpang yang membeli tiket go show (pembelian langsung), maka penumpang akan mendapat 2 lembar struk di mana lembar pertama merupakan bukti pembayaran dan lembar kedua adalah boarding pass untuk memasuki boarding gate. Setelah memiliki boarding pass, penumpang dapat segera menuju boarding gate untuk pemeriksaan identitas.

Petugas akan melakukan verifikasi boarding pass dengan perangkat scanner serta memeriksa kecocokan data dengan kartu identitas asli penumpang.

"Penumpang tetap wajib menunjukan kartu identitas asli yang ada foto yang bersangkutan, jika data pada boarding pass dan ID tidak sesuai tetap dilarang masuk dan dianggap tidak berlaku," ujar Bambang.

PT KAI Daop 1 Jakarta berharap pemberlakuan sistem check in dan boarding ini dapat menghilangkan peredaran pemalsuan tiket yang beberapa waktu lalu pernah terjadi di beberapa daerah. Jumlah mesin check in mandiri pun akan ditambah secara bertahap di stasiun-stasiun KA untuk mengimbangi dengan jumlah penumpang yang akan melakukan perjalanan.

Dengan penerapan sistem check-in, boarding pass tidak akan bisa didapatkan penumpang tanpa ada kode boking transaksi pembelian tiket. Sehingga dipastikan tidak akan ada lagi penggunaan tiket palsu. Selain antisipasi terhadap tiket palsu, sistem ini juga akan meniadakan ketidaksesuaian tanggal keberangkatan tiket penumpang. Untuk tanggal keberangkatan yang tidak sesuai dipastikan tidak akan berhasil melakukan proses check-in.

"Diharapkan penerapan sistem check-in di stasiun keberangkatan ini akan semakin meningkatkan ketertiban dan keamanan, kenyamanan pengguna jasa kereta api. Untuk sementara pengguna jasa akan dipandu oleh petugas di lokasi check in counter Stasiun Pasar Senen," imbuh Bambang.

(hri/hri)