detikNews
Jumat 22 Juli 2016, 17:25 WIB

Hoax Or Not

Broadcast Tusuk Gigi Kunyit Pendeteksi Borax Temuan Siswi SMA 3 Semarang

Salmah Muslimah - detikNews
Broadcast Tusuk Gigi Kunyit Pendeteksi Borax Temuan Siswi SMA 3 Semarang Foto: Ilustrator Zaki Alfarabi
Jakarta -
Isu:

Mendeteksi bakso yang mengandung borax hanya dengan tusuk gigi yang sudah ditusukan ke kunyit menjadi pesan berantai dan menyebar di media sosial. Disebutkan cara itu merupakan temuan dari siswi SMA 3 Semarang yang sudah dipamerkan dalam ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2014.

Berikut isi broadcast tersebut:

Perhatian Buat para penggemar Bakso‼
"BAWALAH tusuk Gigi dan Kunyit ke mana2"
2 siswi SMAN 3 Semarang, Dayu Laras Wening dan Luthfia Adila telah menemukan cara mendeteksi BORAX dgn cara yg sangat mudah dan praktis, yaitu dgn Tusuk Gigi...
Tusukan tusuk Gigi ke Kunyit terlebih dahulu, kemudian tusukan pada makanan yg akan di uji selama 5 detik, maka akan kelihatan apakah makanan tersebut mengandung Borax❗ Karena Kunyit akan bereaksi terhadap bahan kimia.
Bila ada kandungan Borax, maka Tusuk Gigi tersebut akan berwarna Merah❗
Mereka menamakan temuannya dgn SIBODEX (Stick of Borak Detector)
Temuan mereka ini berhasil menyabet medali emas pada International Exhibition for Young Inventors(IEYI) 2014, sebuah ajang kompetisi inovasi anak...
Selamat menikmati Bakso yg bebas dari Borax.
Mohon dishare biar yg lain juga tahu bahkan mungkin menjadi Inspirasi kita.


Investigasi:

detikcom menghubungi salah satu penemunya, Luthfia Adila, untuk mengkonfirmasi hal ini. Dila mengatakan pesan tersebut sebenarnya sudah lama beredar. Dila saat ini bukan lagi siswi SMA 3 Semarang, Dila sudah menjadi mahasiswa teknik di UGM.

Dila mengatakan tidak tahu siapa yang menyebarkan pesan tersebut. Sejak pesan itu beredar banyak orang yang menanyakan kebenaran hal itu kepadanya.

"Saya nggak tahu itu siapa pelakunya. Saya juga bingung," ucap Dila.

Menurutnya cara menggunakan kunyit untuk mendeteksi borax bukan temuan dia dan Wening. Mereka tak tahu menahu soal itu. "Kalau pakai kunyit itu bukan informasi dari kita. Kalau SIBODEC itu kami belum pernah ngeshare cara pembuatannya gimana," ucapnya.

"Informasi itu nggak benar dari kami. Kalau nanti kalau disalahgunakan saya yang disalahkan," tambahnya.

Yang jelas Luthfia Adila dan Dayu Laras Wening yang pada 2014 lalu masih duduk di kelas XII SMA N 3 Semarang memang memperoleh medali emas di ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI). Mereka menang karena menemukan alat pendeteksi Borax berbentuk tusuk gigi yang diberi nama SIBODEC (Stick of Borak Detector).

Mereka menemukan racikan bahan herbal yang bisa diaplikasikan ke tusuk gigi biasa. Cara kerjanya pun cukup efektif, tinggal menusukkannya ke daging, mie atau lainnya yang ingin diuji dan tunggu 5 detik.

Bila tusuk gigi berubah menjadi merah berarti mengandung borax. Wening dan Luthfia Adila hingga kini belum membeberkan rahasia pembuatan tusuk gigi ajaib itu.

Soal apakah kunyit bisa mendeteksi borax, detikcom pernah mencoba tes ini dengan menggunakan tusuk gigi yang dijual oleh pedagang dan diklaim bisa mendeteksi borax karena sudah dilumuri kunyit.

Dengan memakai sampel milik Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), detikcom menjajal cara kerja tusuk gigi yang ditusukan ke kunyit ini.

detikcom menggunakan sampel bakso yang sebelumnya sudah digunakan dan dites dengan Rapid Test Kit milik mobil keliling BPOM dan hasilnya positif mengandung boraks. Lalu dengan menggunakan tusuk gigi pendeteksi boraks yang konon mengandung kunyit, sampel tersebut ditusuk dan didiamkan selama 5 detik. Saat dicabut, memang benar di ujung alat tampak ada perubahan warna menjadi agak kemerahan.

Kandungan kurkumin dalam kunyit memang bisa bereaksi dengan boraks. Namun menurut Adila, kurkumin saja tidak efektif sehingga harus ditambah dengan pereaksi lain. Pada rapid testkit yang dipakai di laboratorium pun, sedikitnya ada 2 pereaksi yang digunakan.

Pada prinsipnya, boraks bersifat basa sehingga akan bereaksi dengan kurkumin. Tanpa ditambah pereaksi lain, kurkumin dinilai kurang efektif mendeteksi boraks karena akan bereaksi juga dengan bahan-bahan lain yang mempunyai sifat basa seperti halnya boraks.

"Kalau pakai kunyit saja itu kan basa lain bisa terdeteksi seperti sabun atau soda kue misalnya," tambah Adila, saat dihubungi beberapa waktu lalu.


Kesimpulan:

Pesan berantai ini ada kemungkinan benar isinya, terutama yang menyangkut penggunaan kunyit sebagai pendeteksi borax. Namun pesan yang mengatasnamakan siswi SMA 3 Semarang itu tidak benar atau hoax karena mereka belum mempublikasikan temuanya secara luas. Soal kunyit yang bisa mendeteksi borax, Dila mengaku tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak.


(slm/mad)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed