DetikNews
Senin 27 Juni 2016, 19:55 WIB

Jokowi Klarifikasi Isu Minta Maaf ke PKI dan Keberadaan Satuan Teritori

Muhammad Iqbal - detikNews
Jokowi Klarifikasi Isu Minta Maaf ke PKI dan Keberadaan Satuan Teritori Foto: Muhammad Iqbal
Jakarta - Dalam sambutan acara buka bersama ribuan prajurit TNI, Presiden Joko Widodo mengklarifikasi dua isu di seputar TNI. Yaitu soal permintaan maaf pemerintah kepada PKI dan penghapusan satuan teritori TNI.

"Saya ingin meluruskan isu-isu yang ada, karena kita ini sering kali mendengar seliweran isu-isu, gosip-gosip yang ini perlu saya luruskan," ucap Presiden Jokowi memulai sambutannya di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (27/6/2016).

Hadir Wapres Jusuf Kalla, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, mantan Wapres Tri Sutrisno, pimpinan lembaga negara, beberapa anggota kabinet kerja dan lainnya.

Hadir juga ribuan prajurit TNI dari Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), Angkatan udara (AU), Mabes TNI, Paspampres, veteran, seribuan anak yatim, dan lainnya.

"Pertama tentang satuan teritorial. Ini perlu saya tegaskan bahwa saya berkeyakinan bahwa satuan teritorial itu tetap sangat dan sangat penting untuk dipertahankan keberadannya," lanjut Jokowi.

Satuan teritori dimaksud dalam TNI adalah Babinsa, Koramil, Korem, Kodim. Isu ini sebetulnya tak banyak mencuat, bahkan jika dicari tahu di Google isu ini pernah muncul tahun 2009 lalu saat pembahasan UU TNI.

Entah apa alasan Jokowi perlu membahas isu satuan teritori dimaksud. Namun menurutnya, satuan teritori itu penting untuk deteksi dini potensi ancaman terhadap bangsa dan negara.

"Memang ada kajian-kajian akademik sebagai masukan, pendapat, bahan pertimbangan. Tetapi sekali lagi saya memilih untuk mempertahankan satuan teritorial TNI," tegas Jokowi.

Isu kedua yang diklarifikasi Jokowi adalah soal permintaan maaf pemerintah kepada PKI. Isu ini juga sebetulnya tak banyak menyita perhatian meski ramai ditulis, terutama soal urgensi permintaan maaf atas kejadian masa lalu tersebut.

"Tentang permintaan maaf kepada PKI tahun yang lalu sudah saya sampaikan, tetapi ada isu lagi, ada gosip lagi. Sehingga perlu saya sampaikan tidak ada rencana dan pikiran sama sekali saya akan minta maaf kepada PKI, nggak ada," ucap Jokowi.

Hal itu kata Jokowi sudah sering disampaikan kepada ormas-ormas, tokoh dan ulama, termasuk saat hari kesaktian Pancasila di lubang buaya, bahwa pemerintah tak akan minta maaf pada PKI.

"Sudah saya katakan, tapi ada yang goreng-goreng, sehingga muncul lagi gosip dan isu seperti itu. Sudah jangan dengarkan. Jadi tidak ada rencana minta maaf kepada PKI," tegas Jokowi.



(miq/Hbb)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed