"Yang utama sebenarnya adalah kami tegaskan kami tidak masuk ke kabinet, kami di luar kabinet. Yang harus diingat juga sekarang ini sesungguhnya sudah tidak kental lagi antara KMP (Koalisi Merah Putih) maupun KIH (Koalisi Indonesia Hebat)," ujar Hidayat Nur Wahid kepada wartawan, Senin (23/5/2016).
Hidayat mengatakan, dengan masuknya PAN di pemerintahan beberapa waktu lalu telah disepakati tidak ada lagi KIH tetapi yang ada KP3 (Koalisi Partai-Partai Pendukung Pemerintah). Bagi Hidayat, pengelompokan KMP dan KIH sejak saat itu sudah semakin cair.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat menjelaskan yang terpenting bagi PKS adalah tetap bisa berkontribusi bagi rakyat meski di luar pemerintahan. PKS, kata Hidayat, tidak mempermasalahkan dengan partai mana ia akan bekerjasama untuk di luar pemerintahan.
"Nomor dua memperjuangkan kepentingan rakyat di parlemen. Bisa dengan Gerindra atau partai lain. Kita akan berbasiskan dari apa yang jadi rasionalitas kepentingan rakyat," kata Hidayat.
"Dan kemarin ada pernyataan sikap politik baru dari Golkar, kami perlu membuat pernyataan sikap politik untuk menegaskan yang sebelumnya dengan tetap menghormati seluruh pihak - sikap politik partai-partai lainnya baik itu Golkar, PAN. Sesungguhnya hal tentang kami akan koordinasi di KMP dengan Gerindra atau tidak, bagi kami itu faktor kedua," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, PKS akan berada di barisan oposisi di kubu KMP bersama Partai Gerindra. Sikap itu merupakan rekomendasi Musyawarah ke-4 Majelis Syura PKS yang digelar di Jakarta, Sabtu hingga Minggu (21-22 Mei 2016). (van/nrl)