DetikNews
Senin 09 Mei 2016, 17:35 WIB

Nilai Rata-rata UN SMA 2016 Turun 6 Poin dari Tahun 2015

Yulida Medistiara - detikNews
Nilai Rata-rata UN SMA 2016 Turun 6 Poin dari Tahun 2015 Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMAN 70 Jakarta/ Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Hasil Ujian Nasional tingkat SMA telah keluar, hasilnya menurun dari data tahun 2015 ke tahun 2016. Mendikbud Anies Baswedan menyebut karena peningkatan integritas kejujuran yang meningkat.

Anies memaparkan hasil evaluasi UN SMA tahun ini yang diikuti 2,2 juta siswa yang menggunakan UN berbasis Kertas dan Pensil dan 765,542 ribu siswa yang melakukan UN berbasis Komputer.  

Rata-rata nilai UN SMA nasional negeri dan swasta tahun 2015 ada 61,29 sedangkan di tahun 2016 ini niai rata-rata peserta UN ada 54,78 atau turun sekitar 6,51 poin. Sedangkan untuk rata-rata nilai UN SMK  pada tahun 2015 rata-rata nilainya mencapai 62,11 dan pada tahun 2016 nilai rata-ratanya turun hingga angka 57,66 atau menurun 4,45 poin. Menurunnya poin tersebut, Anies menyebut karena UN selain menghasilkan angka prestasi juga menghasikan indeks integritas sehingga menjadi salah satu sebab mengapa angka pencapaian nilai menurun.

Konpers UN SMA


"Pencapaian yang menurun karena tingkat kejujuran yang meningkat, semakin banyak sekolah yang menggunakan UNBK (tidak berbuat curang), kisi-kisi UN yang tidak lagi merinci sehingga siswa harus menguasai kompetensi, ada kemungkinan bahwa tingkat keseriusan menurun," ujar Anies di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin(9/5/2016).

Meningkatnya tingkat kejujuran yang tinggi salah satunya karena beberapa sekolah mulai beralih dari UN berbais Kertas dan Pensil menjadi UN berbasis Komputer. Namun, di sisi lain, meningkatnya integritas kejujuran tidak dibarangi dengan nilai pencapaian, hal itu karena di beberapa sekolah masih melakukan kecurangan masif yang terstruktur maupun kecurangan secara individu.

"Dengan banyaknya sekolah yang beralih ke UNBK indeks integritas sekolah meningkat, kejujuran meningkat, UNBK itu murni gak bisa melakukan kecurangan baik individu atau sistematis," kata Anies.

Anies lalu memaparkan Indeks Integritas Ujian Nasional perbandingan tahun 2015 dengan tahun 2016 untuk program SMA-IPA. Dalam matrix IIUN dan capaian UN itu, Anies membagi menjadi 4 kudaran, kudaran pertama adalah angka UN tinggi dan indeks integritasnya tinggi, kuadran kedua indeks integritasnya tinggi tetap nilai UN rendah, kuadran ketiga indeksnya rendah dan nilainya rendah, yang terakhir kuadran keempat indeks integritasnya rendah dan angka UN-nya tinggi.

"Kita ingin indeksnya tinggi, tetapi nilainya tinggi seperti di kuadran pertama. Kita khawatirkan ada di kuadran 3 dan 4, yang kuadran 4 itu adalah kecurangan masif yang dlakukan guru dan muridnya, sedangkan di kuadran ketiga itu kecurangan yang dilakukan secara individu," kata Anies.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed