"Dia sengaja mempromosikan diri dengan foto-foto porno di akun Twitternya biar orang lebih tertarik," ujar Kasubdit Rekanta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Suparmo kepada detikcom, Rabu (4/5/2016).
Sementara itu, Kanit 4 Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Eni Dwi Djajanti mengungkap, pihaknya menangkap Ika karena laporan masyarakat yang merasa resah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata, Ika sengaja memasang foto porno itu untuk mempromosikan dirinya dalam layanan seks khusus bagi kaum pria. Ika juga memasang tarif untuk melayani seks jam-jaman.
"Dia tarifnya Rp 800 ribu untuk 2 jam itu untuk semua (layanan), hands job, blow jobs, kadang anal sex," ujar Eni yang mendapat informasi dari Ika.
Menurut pengakuan Ika kepada penyidik, dikatakan Eni, Ika telah menjajakan seks sejak tahun 2013 lalu. Ika melayani seks para pria di kos-kosannya di Beji, Depok, kadang di apartemen atau di hotel bintang tiga.
"Kalau di hotel atau apartemen yang bayar konsumennya," pungkasnya. (mei/dra)











































