Populi: 'Dihantam' Sumber Waras dan Reklamasi, Elektabilitas Ahok Justru Naik

Populi: 'Dihantam' Sumber Waras dan Reklamasi, Elektabilitas Ahok Justru Naik

Erwin Dariyanto - detikNews
Senin, 25 Apr 2016 17:38 WIB
Populi: Dihantam Sumber Waras dan Reklamasi, Elektabilitas Ahok Justru Naik
Foto: dokumen Populi Center
Jakarta - Bakal calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 'dihantam' dua isu besar yakni pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Namun hasil survei Populi Center menyebut bahwa elektabilitas alias tingkat keterpilihan Ahok justru naik dalam dua bulan terakhir.

Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error Β±4.9% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 400 responden, di 6 wilayah DKI Jakarta yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu.

Peneliti Populi Center Nona Evita mengatakan bahwa di bulan Februari elektabilitas Ahok sebagai bakal cagub DKI berada pada angka 49,5 persen. Namun di bulan April ini elektabilitas Ahok mengalami kenaikan sedikit yakni menjadi 50,8 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nona, kenaikan elektabilitas Ahok ini terjadi karena mayoritas masyarakat tidak percaya bahwa Gubernur Jakarta itu bersalah dalam kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Survei Populi menunjukkan bahwa sebanyak 27,2 persen masyarakat lebih percaya pada Ahok ketimbang Badan Pemeriksa Keuangan.

Hanya 19 persen masyarakat yang percaya pada BPK. Hanya menurut Nona, masih ada 53,8 masyarakat Jakarta yang mengaku tidak tahu dengan kasus lahan Sumber Waras. "Ini artinya kasus yang bergulir tidak menyita perhatian masyarakat," kata Nona saat berbincang dengan detikcom, Senin (25/4/2016).



Sementara untuk kasus suap reklamasi Teluk Jakarta, sebanyak 34,2 persen masyarakat Jakarta percaya Ahok tidak terlibat. Sebaliknya 64,5 persen masyarakat percaya adanya keterlibatan anggota DPRD yang lain dalam kasus dugaan suap Reklamasi Teluk Jakarta.

Elektabilitas Ahok, kata Nona, sebanding dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Survei Populi Center menyebut secara keseluruhan, tingkat kepuasan terhadap kinerja Pemprov DKI Jakarta sedikit naik, dari 70 persen di bulan Februari menjadi 73,3% di bulan April 2016.

Persentase tingkat kepuasan terhadap kinerja Gubernur Ahok juga mengalami kenaikan, yaitu dari 73,5 persen di bulan Februari 2016 menjadi 73,7 persen di bulan April 2016. Di bulan April, sebanyak 81.5 persen masyarakat DKI menyatakan puas terhadap kepemimpinan Gubernur Ahok.

Sementara itu, di bulan Februari 2016 sebanyak 85,5 persen masyarakat DKI yang menyratakan puas dan 77,7 persen yang menyatakan puas di bulan Desember 2015. "Tren ini meski fluktuatif, namun masih tetap berada pada level stabil karena naik dan turunnya persentase tidak signifikan," kata Nona.

Dengan hasil survei ini, Populi meyakini bahwa jika pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jakarta digelar sekarang, Ahok dan pasangannya berpeluang menang.

(erd/trw)


Berita Terkait