49 Calon Hakim Agung Lolos, Jenderal Polisi hingga Jaksa Senior Berguguran

Nur Khafifah - detikNews
Selasa, 12 Apr 2016 17:30 WIB
Maradaman Harahap (ari/detikcom)
Jakarta - Seleksi hakim agung dan hakim ad hoc tindak pidana korupsi (Tipikor) yang dilaksanakan oleh Komisi Yudisial (KY) memasuki tahap III. Dari 122 nama peserta seleksi tahap II atau seleksi kualitas, tak lebih dari setengahnya yang lolos.

"KY hari ini telah melakukan rapat pleno tentang kelulusan calon hakim agung dan hakim ad hoc pengadilan tindak pidana korupsi. Hasilnya ada 49 nama yang lolos seleksi tahap II," kata Kepala Bidang Rekrutmen Hakim KY, Maradaman Harahap dalam konferensi pers di gedung KY, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2016).

Maradaman menjelaskan, 49 nama tersebut terdiri dari 38 calon hakim agung dan 10 calon hakim ad hoc Tipikor. Sebelumnya pada seleksi tahap I atau seleksi administrasi, ada 84 calon hakim agung yang lolos dan 38 calon hakim ad hoc Tipikor. 2 Dari calon hakim agung dan 4 calon hakim ad hoc mengundurkan diri pada seleksi tahap II ini.

"Peserta yang lolos berasal dari berbagai kalangan. Ada yang berlatarbelakang hakim, akademisi, notaris dan pejabat di pemerintahan," ujar Maradaman.

Instrumen penilaian pada seleksi kualitas meliputi karya profesi yang dinilai oleh pimpinan dan anggota KY, karya tulis yang dinilai oleh akademisi serta kasus kode etik dan/atau pedoman perilaku hakim.

Tak hanya itu, peserta juga diuji dengan pemecahan kasus seusai bidang masing-masing yang meliputi Hukum Acara Pidana, Perdata, Tata Usaha Negara, Agama dan Militer. Pada tahap ini penilaian dilakukan oleh tim dari hakim agung atau mantan hakim agung.

"Kemudian yang terakhir pada seleksi kualitas adalah tes objektif dengan tim teknis dari hakim agung, akademisi, mantan hakim agung dan tenaga ahli KY," ucap Mara.

Setelah lolos tahap II, nama-nama tersebut akan mengikuti seleksi tahap III yakni seleksi kesehatan dan kepribadian. Asesmen kepribadian dan kompetensi akan dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 April mendatang di Balitbang Diklat Kumdil MA, Megamendung, Bogor. Sementara tes kesehatan akan dilakukan pada tanggal 20 dan 21 April di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Seleksi hakim agung dan hakim ad hoc Tipikor ini dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong di kedua lembaga hukum tersebut. Dari MA, ada 8 posisi hakim agung yang kosong, yakni 1 orang untuk Kamar Pidana, 4 orang Kamar Perdata, 1 orang Kamar Agama, 1 orang Kamar Militer dan 1 orang Kamar Tata Usaha Negara. Sementara untuk hakim ad hoc Tipikor di MA dibutuhkan 3 orang.

Berikut nama-nama yang lolos:

Calon hakim agung pidana:

1. Amin Sembiring
2. Bernard L Tanya
3. Gazaiba Saleh
4. Humuntal Pane
5. I Made Hendra Kusuma
6. Kresna Menon
7. M Agus Salim

Calon hakim agung perdata:
1. Adam Hidayat
2. Albert Monang Siringiringo
3. Andriani Nurdin
4. Jimmy Lukitjo
5. Gatot Supramono
6. Horadin Saragih
7. Ibrahim
8. Krisnadi Nasution
9. Lexsy Mamoto
10. M Amir Hamzah
11. Nommy T Siahaan
12. Pahala Simanjuntak
13. Panji Widagdo
14. Pri Pambudi Teguh
15. Saparudin Hasanudin
16. Setyawan Hartono
17. Syafrinaldi

Calon hakim agung agama:
1. Bahrussaman Yunus
2. Edi Riadi
3. M Yamin Awie
4. Firdaus M Arwan
5. Sisva Yetti

Calon hakim agung TUN
1. Alli Abdullah
2. Bambang Edy Sutanto
3. Eddhi Sutarto
4. Hernadi Affandi
5. Sartono
6. Wicipto Setiadi

Calon hakim agung militer:
1. Laksamana TNI Bambang Angkasa Wahyono
2. Kolonel Chk Hidayat Manao
3. Letkol Dr Susiani
4. Dr Tarsem Buaton

Dari nama-nama di atas, yang tidak lolos di antaranya:

1. Jaksa senior Jasman Panjaitan
2. Brigjen Pol Yuskam Nur
3. Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur
4. Pengacara Tommy Sihotang
5. Ahli pidana Prof Dr Arief Amrullah (kff/asp)