DetikNews
Kamis 07 April 2016, 01:34 WIB

AirNav Indonesia Anggarkan Rp 2,2 Triliun untuk Modernisasi Peralatan

Imam Wahyudiyanta - detikNews
AirNav Indonesia Anggarkan Rp 2,2 Triliun untuk Modernisasi Peralatan Ilustrasi/Menara ATC Bandara (Foto: Baban - detikFinance)
Surabaya - Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav Indonesia akan memodernisasi alat-alat pendukung navigasi. Dana sebanyak Rp 2,2 triliun sudah disiapkan.

"Jangan sampai nyaman dengan alat yang lama, padahal teknologi sudah berkembang untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di Indonesia," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo kepada wartawan seusai Munas Indonesia Air Traffic Controllers Association (IATCA) VI di Hotel Mercure Surabaya, Rabu (6/4/2016).

Selain modernisasi, Suprasetyo ingin agar kejayaan Indonesia khususnya di dunia penerbangan bisa pulih kembali. Training center dan pelatihan khusus akan lebih banyak dibuat dan digelar.

"Negara tetangga dulu belajar ke kita di Curug. Sekarang kita akan pulihkan dan tingkatkan lagi melalui training center yang di bangun di dalam negeri. Kita akan terima siswa dari luar khususnya untuk negara berkembang," ujar Suprasetyo

Sementara itu Dirut AirNav Indonesia Bambang Tjahjono mengatakan, dana Rp 2,2 triliun diperuntukkan bagi 273  bandara, baik besar dan perintis yang dioperasikan PT Angkasa Pura I, II, dan Kementerian Perhubungan. Dana itu akan digunakan untuk pemeliharaan alat dan memperbaharui sistem.

"Masing-masing bandara tentu saja akan berbeda dalam pemodernisasian alatnya. Bandara besar alatnya tentu saja akan diberikan yang lebih canggih dibanding bandara perintis," ujar Bambang.

Modernisasi peralatan tentu saja akan dibarengi dengan penambahan tenaga. Diperkirakan akan ada sekitar 200 orang tenaga ahli Air Traffic Controller (ATC) yang diperlukan. Mereka akan direkrut dari Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) dan Akademi Teknik Penerbangan Indonesia (ATPI).

Nantinya Airnav akan bekerjasama  dengan badan Border Security Force (BSF). Mereka bakal ditempatkan di bandara di kawasan Papua. "BSF bisa mengadakan pelatihan khusus di Papua. Pelatihan yang dibiayai negara dan melatih tenaga lokal ini akan langsung ditempatkan di bandara terdekat," kata Bambang.


(iwd/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed