Horor Sampah di Sungai Cikapundung: Plastik Hingga Kasur!

Horor Sampah di Sungai Cikapundung: Plastik Hingga Kasur!

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 21 Mar 2016 07:41 WIB
Horor Sampah di Sungai Cikapundung: Plastik Hingga Kasur!
Foto: Kondisi sampah (Baban/detikcom)
Bandung - Berkubik-kubik sampah memenuhi Sungai Cikapundung seluas 40 meter dengan lebar 20 meter pasca banjir yang melanda kawasan selatan Bandung. Sampah mulai plastik hingga kasur menjadi pemandangan yang mengerikan bagi warga.

Pantuan di RW 10, Kampung Cijagra, Desa Bojongsoang, Kec. Bojongsoang, Kabupaten Bandung Minggu (20/3/2016), aliran sungai yang dilihat Jembatan Cijagra tak nampak lagi wujudnya lantaran tertutup sampah.
Foto: Kondisi sampah (Baban/detikcom)

Lautan sampah itu didominasi jenis sampah anorganik seperti kantong kresek, botol, plastik, kaleng, lalu banyak bekas wadah makanan atau styrofoam, kayu, busa, kardus dan kain. Bahkan yang tak lumrah ada di sungai, seperti Kasur, guling dan bantal juga tampak di depan mata.

"Kalau siang bau, terus sampahnya macam-macam. Bahkan ada bangkai anjing segala," kata Ketua RW 10 Tatan Suherlan (47) kepada detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tatan menyebut, ketebalan sampah yang menyumbat Sungai Cikapundung sejak 15 Maret 2016 itu mencapai satu meter. Saking tebalnya, warga bisa berjalan di tumpukan-tumpukan sampah.
Foto: Kondisi sampah (Baban/detikcom)

Warga tentu tidak tinggal diam, berbekal bambu dan kayu sejumlah warga berjibaku menyingkirkan sampah-sampah itu agar air sungai kembali lancar. Bahkan beberapa pria turun ke bawah sambil mengangkat gundukan beragam sampah.

Tapi upaya warga setempat dengan cara manual belum membuahkan hasil. Pemandangan sungai dari atas Jembatan Cijagra tetap saja mengerikan dengan lautan sampah.
Foto: Kondisi sampah (Baban/detikcom)

Menurut Tatan, sampah yang menggunung itu disebabkan terdapat tiang melintang menyerupai jembatan berisi kabel telepon perusahaan telekomunikasi. Tiang tersebut berada di bawah Jembatan Cijagra.



"Kami meminta kepada pemerintah melepas jembatan kebel telepon ini kalau tak berfungsi atau meninggikan jika memang masih aktif. Sebab sampah menjadi tersumbat karena ukuran jembatan kabel telepon ini rendah atau sekitar 2,5 meter dari dasar sungai," ucap Tatan.
Foto: Kondisi sampah (Baban/detikcom)
(bbn/miq)


Berita Terkait