PMI mendapat informasi jika ada puluhan warga dan belasan siswa Sekolah Dasar (SD) yang harus melalui tali sling besi bekas jembatan gantung yang terputus untuk mencapai kampung lainnya. Tali sling itu merupakan satu-satunya penghubung antara Kampung Cipiit dan Kampung Tanggeung.
Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Atep, bagi orang dewasa mungkin tak sulit untuk melintasi sungai tersebut, namun arus sungai cukup deras sangat membahayakan siswa SD yang akan melintas meski berpegangan pada tali sling.
"Akhirnya kami berinisiatif untuk menggendong mereka, karena saya dengar ada juga siswa yang terpaksa membolos karena takut untuk melintas. Kalau begitu kan kasihan juga ya," lanjut Atep.
Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom |
Sementara itu, Hermawan ketua RT 4 RW 6 menyebut jika ada 35 Kepala Keluarga atau 150 jiwa yang tinggal di Kampung Cipiit. Dari jumlah itu nyaris setengahnya yang setiap hari melintasi Sungai Cimea.
"Sungai Cimea meluap, besarnya arus membuat satu-satunya jembatan gantung disini putus. Saya sudah melaporkan kejadian ini ke pemerintah desa, kecamatan dan BPBD. Namun ternyata belum ada jawaban, saya inginnya segera dibangunkan jembatan sementara agar aktifitas warga kembali lancar," singkatnya. (dhn/dhn)












































Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom
Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom