Yorrys Sebut Akom Terima Gratifikasi, Bamsoet: Baca Undang-undang

Yorrys Sebut Akom Terima Gratifikasi, Bamsoet: Baca Undang-undang

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 24 Feb 2016 05:17 WIB
Yorrys Sebut Akom Terima Gratifikasi, Bamsoet: Baca Undang-undang
Foto: Titiek Soeharto-Bambang Soesatyo dan Ade Komarudin (Lamhot/detikfoto)
Jakarta - Ketua DPP Golkar Yorrys Raweyai mengamini Ketua DPR Ade Komarudin menerima gratifikasi soal perjalanan dengan pesawat pribadi, sebagaimana dilaporkan LSM Lembaga Advokasi Kebijakan Publik (LAKP) ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Menanggapi hal itu, tim sukses Ade Komarudin untuk Ketua Umum Golkar di Munas mendatang, Bambang Soesatyo, menyebut Yorrys tak paham undang-undang soal definisi gratifikasi.

"Kalau kamu ikut saya, kamu pejabat, terus ikut mobil saya, apa masuk gratifikasi? Coba baca gratifikasi itu apa? Saya kan salah satu pimpinan tim, ada kantor, namanya ikut saya. Jadi yang menyampaikan itu gratifikasi tolong dibaca lagi undang-undangnya," kata Bambang di DPP Golkar, Selasa (23/2/2016) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang menyebut sudah melaporkan balik LSM yang melaporkan Ade Komarudin ke MKD. LSM itu dilaporkan oleh Generasi Muda SOKSI Baladhika ke Polda Metro Jaya, dengan tuduhan pencemaran nama baik.

"Yang dilaporkan individu, walau kita tahu siapa aktor intelektualnya. Kita minta polisi korek dari terlapor," ujar Bambang sambil menyebut aktor intelektual itu adalah salah satu caketum Golkar.

Bambang menjelaskan, si pelapor melaporkan Ade Komarudin ke MKD dengan bukti foto yang merupakan DP (Display Picture) BBM Bambang Soesatyo. Dalam foto itu, Ade, Bambang dan beberapa politisi Golkar berada di pesawat pribadi.

"Itu saya punya DP, kan itu punya pribadi, makanya pelanggaran individu," kata Bambang.

Ketua Komisi III DPR itu juga menegaskan pesawat yang digunakan adalah miliknya. Bambang adalah salah satu pemegang saham di group perusahaan penerbangan PT Kodeco-Jhonlin sejak 2005 sampai sekarang.

"Itu partner saya. Di LHKPN kan ada saya menyebut soal kepemilikan pesawat," tegasnya. (miq/miq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads