Teroris Jaringan Santoso yang Tewas di Bima Bernama Fajar

Teroris Jaringan Santoso yang Tewas di Bima Bernama Fajar

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 15 Feb 2016 16:36 WIB
Teroris Jaringan Santoso yang Tewas di Bima Bernama Fajar
Luhut B Panjaitan (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Seorang tersangka teroris yang tewas dalam penggerebekan polisi di Bima, NTB, telah diketahui identitasnya. Ia adalah salah seorang pelaku jaringan Santoso di Poso.

Hal tersebut disampaikan oleh Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan dalam rapat kerja dengan DPR hari ini,Β  Senin, 15 Februari 2016. Rapat yang digelar di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta itu membahas mengenai penanggulangan terorisme.

"Dalam penegakan hukum, 33 orang tersangka jaringan terorisme. Tadi pagi polisi dapat satu lagi, ditembak mati di Bima, namanya Fajar. Terlibat dengan jaringan Poso dan penembakan polisi," ungkap Luhut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rapat bersama Komisi I dan Komisi III, Luhut menjelaskan bahwa operasi pengejaran terhadap jaringan Santoso hingga kini masih dilakukan. Selain berjalan intens, pihak Polisi juga menggunakan teknologi informasi sebagai salah satu metode pengejarannya.

"Terpidana yang dipinjam dari lapas untuk dapat keterangan lebih banyak. Kita bisa lebih aman. Program teroris itu kita ada policy yang jelas. Kita nggak mau negorisasi. Kapolri, TNI, BIN, begitu ada attack kita serbu," jelas Luhut.

"Polisi di depan, TNI di belakang, kalau perlu kita serbu. Kalau tunggu konsolidasi ada korban, makanya kita langsung aja. Kopassus itu pas Bom Thamrin sudah siap ada di belakang," sambungnya.

Kemudian terkait penanggulangan aksi terorisme, pemerintah juga sepakat untuk menambah sarana dan prasarana pasukan antiteror Densus 88. Sebab selama ini dirasa masih kurang.

"Nah ini penting, presiden undah kasih. Densus 88 sedih, fasilitasnya sangat memprihatinkan. Kita udah bicara sama Kapolri dan Presiden. Seleksi penerimaan Densus ada besok, struktur organisasi dan penambahan anggaran akan kita lakukan. Dengan demikian kita perlu lakukan apresiasi dengan teman-teman Polri," beber jendeal purnawirawan itu.

Penyergapan terhadap teroris bernama Fajar itu mendapat apresiasi dari Anggota Komisi I yang berasal dari Dapil Bima, NTB, M Syafrudin. Ia menyebut warga di Bima dapat dimanfaatkan untuk memberi data terkait pergerakan kelompok teror di sana.

"Saya mengapresiasi terhadap Brimob. Jarak penggerebekan tadi pagi hanya 1 Km dari rumah saya. Saya mengaharap untuk tetap melakukan tindakan preemtif," ucap Syafrudin.

"Sehingga tadi pagi saudara Fajar alias chan meninggal. Saya hanya ingin memberikan gambaran semoga bermanfaat," lanjut anggota Fraksi PAN tersebut.

Sebelumnya diberitakan, anggota kepolisian menggerebek lokasi persembunyian teroris di sebuah rumah di Kampung Penatoi, Bima, NTB. Ada baku tembak dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.00 WITA itu. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan seorang anak buahnya mengalami luka tembak pada penggerembekan tersebut.

(ear/erd)


Berita Terkait