Cerita Detail AKBP Untung Lumpuhkan Pelaku Teror Hingga Bom Meledak

Teror Bom Thamrin

Cerita Detail AKBP Untung Lumpuhkan Pelaku Teror Hingga Bom Meledak

Rina Atriana - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2016 12:28 WIB
Cerita Detail AKBP Untung Lumpuhkan Pelaku Teror Hingga Bom Meledak
Foto: Rina Atriana/detikcom
Jakarta - AKBP Untung Sangaji turut serta melumpuhkan pelaku teror Sarinah bersama rekannya Ipda Tamat. Untung menceritakan bagaimana pelaku yang mereka lumpuhkan saat itu membawa bom yang jika meledak bisa sampai radius 2 kilometer.

"Jika bom itu meledak bisa 2 Km lebih. Anda lihat bom yang kecil saja paku terbang sampai ke lantai 2," kata Untung saat singgah sebentar dalam diskusi 'Di Balik Teror Jakarta' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (16/1/2016).

Awalnya Untung bercerita soal aksinya menghabisi pelaku yang bersembunyi di parkiran Menara Cakrawala. Dalam video yang beredar, pelaku terlihat meledakan bom bunuh diri. Namun memang jika diperhatikan secara detail, sepertinya bom tak meledak dengan sengaja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika kaki dihantam (peluru) si Tamat, saya hantam dadanya. Mendapat tembakan dari Tamat, tamat dia. Saya lihat ada bom yang lebih besar di punggungnya. Berat sekali dia jalan. Nah ini bahaya, saya akhirnya mengambil tindakan penyelesaian di tempat," ungkapnya.

Untung lalu beralih cerita mundur ke belakang, saat bom di pos polisi meledak. Untung menuturkan bom di pos polisi itu ledakannya lebih kecil dibanding yang di parkiran Menara Cakrawala. Namun bom itu mengandung sekrup dan batu-batu yang terlempar ke segala arah.

"Wah ini bukan bom biasa, ini teroris karena ada sekrup, ada baut dan paku nancap di korban yang di dalam. Akhirnya saya berteriak ke Tamat, untuk back up," jelas Untung.

Untung juga menuturkan saat dia menyelamatkan polantas yang terluka di dalam pos polisi. "Ketika menyelematkan korban ke atas mobil, ada tembakan. Kami tetap menyelamatkan korban. Masyarakat menonton, ngapain itu masyarakat menonton. Kita bantu korban masuk, di-escape ke rumah sakit. Di kerumunan itu tiba-tiba ada yang tergeletak. Saya teriak lari!" paparnya.

Untung saat ini bertugas di Pusat Pendidikan Polisi Air. Awalnya dia tak ingin tampil ke depan publik, namun beredar kabar yang menyebut ia sebagai salah satu komplotan pelaku. Akhirnya dia pun harus melakukan klarifikasi.

(rna/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads