Bercanda Bawa Bom, Penumpang Lion Air Balikpapan-Makassar Diamankan Petugas

Bercanda Bawa Bom, Penumpang Lion Air Balikpapan-Makassar Diamankan Petugas

Nograhany Widhi K - detikNews
Senin, 04 Jan 2016 18:49 WIB
Bercanda Bawa Bom, Penumpang Lion Air Balikpapan-Makassar Diamankan Petugas
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Lagi-lagi penumpang bercanda membawa bom. Terbaru adalah penumpang Lion Air Balikpapan-Makassar yang bercanda membawa bom pada Minggu (3/1/2015) kemarin. Penumpang itu langsung diamankan petugas Aviation Security (Avsec) Bandara.

Informasi yang diterima detikcom, peristiwa itu dilakukan penumpang pesawat Lion Air rute Balikpapan-Makassar pukul 20.55 Wita. Penumpang itu saat akan memasukkan barang bagasi berupa tas ke atas kabin pesawat terlihat kesulitan, kemudian dibantu olehΒ  pramugari.

Melihat tas pelaku dipaksa masuk oleh pramugari dengan cara didorong ke dalam kabin, pelaku pun tidak terima dan melontarkan kalimat "Awas di tas ada bom."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah mendengar kalimat tersebut pramugari langsung pergi dan menghubungi pilot pesawat. Pelaku berusaha mengejar pramugari untuk meminta maaf karena hanya bercanda. Mengetahui kejadian tersebut pilot langsung mengambil langkah dengan cara menghubungi pihak Avsec dan Otoritas Bandara. Selanjutnya pelaku dibawa turun dari pesawat dan diamankan oleh pihak Avsec Bandara Sepinggan. Pelaku berinisial J.

Dari informasi tersebut detikcom mencoba konfirmasi kepada Lion Air dan PT Angkasa Pura (AP) I sebagai pengelola.

"Betul, kejadiannya sore, Lion Air tujuan Balikpapan-Ujung Pandang. Kami menyerahkan sesuai prosedur, ke otoritas bandara, mereka yang memproses," jelas Direktur Umum Lion Air Edward Sirait kala dikonfirmasi detikcom, Senin (4/1/2016) sore.

Peristiwa ini juga dikonfirmasi oleh Manajer Humas PT AP I Bagus Juliadnyana, meski pihak AP I menolak menyebutkan maskapai dan rute penerbangannya.

"Info dari teman-teman di lapangan, sebenarnya pernyataannya nggak langsung sebut ada bom. Itu biasanya pramugarinya menata barang di kabin. Nah pada saat penataan di tas penumpang itu, mungkin ada barang berharga atau cepat rusak. Penataan pramugarinya itu nyesek-nyesek, dipaksain. Nah penumpang ini bilang 'Mbak, pelan-pelan dong. Gimana kalau isinya bom'. Itu saja, pramugarinya lantas lapor ke pilotnya," tutur Bagus.
Halaman 2 dari 1
(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads