Informasi yang diterima detikcom, peristiwa itu dilakukan penumpang pesawat Lion Air rute Balikpapan-Makassar pukul 20.55 Wita. Penumpang itu saat akan memasukkan barang bagasi berupa tas ke atas kabin pesawat terlihat kesulitan, kemudian dibantu olehΒ pramugari.
Melihat tas pelaku dipaksa masuk oleh pramugari dengan cara didorong ke dalam kabin, pelaku pun tidak terima dan melontarkan kalimat "Awas di tas ada bom."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari informasi tersebut detikcom mencoba konfirmasi kepada Lion Air dan PT Angkasa Pura (AP) I sebagai pengelola.
"Betul, kejadiannya sore, Lion Air tujuan Balikpapan-Ujung Pandang. Kami menyerahkan sesuai prosedur, ke otoritas bandara, mereka yang memproses," jelas Direktur Umum Lion Air Edward Sirait kala dikonfirmasi detikcom, Senin (4/1/2016) sore.
Peristiwa ini juga dikonfirmasi oleh Manajer Humas PT AP I Bagus Juliadnyana, meski pihak AP I menolak menyebutkan maskapai dan rute penerbangannya.
"Info dari teman-teman di lapangan, sebenarnya pernyataannya nggak langsung sebut ada bom. Itu biasanya pramugarinya menata barang di kabin. Nah pada saat penataan di tas penumpang itu, mungkin ada barang berharga atau cepat rusak. Penataan pramugarinya itu nyesek-nyesek, dipaksain. Nah penumpang ini bilang 'Mbak, pelan-pelan dong. Gimana kalau isinya bom'. Itu saja, pramugarinya lantas lapor ke pilotnya," tutur Bagus.
Halaman 2 dari 1











































