"Jika masih ada banjir/genangan mohon mention ke saya dengan hastag #hujanjkt (spasi) kelurahan (spasi) lokasi tepatnya. Saya terus monitor," ujar Ahok melalui akun Twitter-nya, @basuki_btp yang dikutip detikcom, Sabtu (2/1/2016).
Ahok menulis cuitan itu pada Selasa (29/12/2015) lalu. Ahok pun meminta bantuan warga Jakarta untuk dapat menginformasikan kondisi terkini di wilayahnya mengingat sudah masuk musim penghujan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga Jakarta tolong bantu saya dengan informasi jika ada genangan dan tentunya tetap menjaga kebersihan lingkungan masing2," lanjutnya.
Selain melalui Twitter-nya, warga Ibu Kota juga diharapkan aktif melaporkan masalah di wilayahnya melalui aplikasi Qlue. Untuk informasi, aplikasi Qlue merupakan media sosial yang fungsinya sebagai wadah pelaporan bagi warga.
Masalah yang dilaporkan bermacam-macam mulai dari tumpukan sampah, kemacetan, fasilitas publik dan lain-lain. Tidak hanya warga saja yang diminta melapor, para Ketua RT dan RW di masing-masing kelurahan pun diminta wajib memberi laporan melalui aplikasi Qlue minimal 3 kali dalam sehari.
Jika tidak melapor maka Ahok akan mencabut semua fasilitas penunjang yang diberikannya, seperti pulsa handphone senilai Rp 75 ribu dan uang untuk kelurahannya. Sebab melalui aplikasi yang terhubung langsung ke program Smart City, Ahok bisa langsung memantau kinerja mereka.
Mereka yang bekerja akan mendapat poin. Semakin tinggi poin yang didapat, artinya semakin baik pula kinerja lurah itu. Jumlah poin yang didapatkan akan terus diperbaharui tergantung seberapa banyak aduan yang ditangani lurah. (aws/bag)











































