Mabes Polri: Info yang Menyebar Soal Ancaman Teroris Hoax

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 30 Des 2015 14:54 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan pihaknya tidak ada mengeluarkan informasi terkait beredarnya pesan berantai yang berisi ancaman teroris. Pesan berantai itu beredar di jejaring sosial media.

"Itu hoax," kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2015).

Anton menambahkan, informasi itu diedarkan pihak tidak bertanggungjawab untuk menakut-nakuti warga. "Warga kita imbau tetap waspada, jangan terprovokasi," ujarnya.

Berikut informasi yang beredar tersebut.

Mohon petunjuk!

Telah diperoleh informasi dari BIN dan SENKOM POLRI sbb :

1. Saat ini BIN dan POLRI menyatakan SIAGA 1 FULL, terkait teroris yg rencana aksinya akan dilaksanakan sekitar NATAL HINGGA TAHUN BARU berita tersebut didapat dari hasil introgasi beberapa pelaku diduga kelompok teroris ISIS dan santoso yg beberapa hari lalu di tangkap di mojokerto, bekasi dan pedalaman oleh beberapa WNI yg dipulangkan dari siryah dan turki .

2. Bagi warga, hindari tempat keramaian yg mengundang massa, baik bersifat hiburan atau tempat rekreasi yg ada indikasi bertemakan Natal

3. Hindari toko2 besar / Mall / Indomart atau Alfamart yg pelayannya memakai baju Sinterklass, karena pelaku teroris sdh merencanakan pengeboman secara massal, hasil dr investigasi sementara pengembangan dari pok yg di duga jaringan abu wadda  dan santoso.

4. Berita tsb baru di sampaikan kpd seluruh anggota unsur Polri td pagi terutama densus 88.

5. INGAT TETAP WASPADA, jaga keluarga kita, anak2 kita serta saudara kita berita ini bersifat fakta karena kelompok teroris merasa di sepelekan dengan adanya beberapa isu pengeboman yg tidak kunjung terjadi , Maka mereka memastikan hal tersebut akan benar terjadi. Mohon di cermati       
Bagi anggota di wilayah yg sudah di tempatkan di masing2 titik agar siaga 1 sampai malam tahun baru Dan laksanakan koordinasi cegah Dini bersama aparat kewilayahan.

DUMP.

(idh/dra)