Ahok: Silakan RT/RW Tarik Duit Kebersihan Jika Sanggup Menggaji Petugas

Ahok: Silakan RT/RW Tarik Duit Kebersihan Jika Sanggup Menggaji Petugas

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Selasa, 29 Des 2015 20:38 WIB
Ahok: Silakan RT/RW Tarik Duit Kebersihan Jika Sanggup Menggaji Petugas
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) melarang RT dan RW menarik uang kebersihan kepada warganya mulai tahun depan jika sampah mereka diangkut oleh petugas PPSU (Pemelihara Prasana Sarana Umum). Sebab penghasilan PPSU dibayar oleh Pemprov DKI.

"Kalau untuk RT RW yang sanggup mengelola sampah dan sanggup membayar gaji kepada pegawainya sesuai UMP ya dia jalan sendiri. Jangan sampai di perumahan mewah, RT-nya menarik (iuran) begitu mahal tapi yang membayar truk sampahnya DKI. Kan enggak pantas dong," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (29/12/2015).

Ahok menyebut apabila RT RW setempat sanggup membayar petugas kebersihan di atas UMP, maka ia tidak mewajibkan bayar iuran kepada Pemprov melalui rekening Bank DKI. Namun Ahok khawatir apabila suatu saat RT RW tidak sanggup lagi membiayai petugasnya, maka mereka akan semakin memeras warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang ada keluhan pegawai di kantor RW dan RT itu enggak digaji UMP, tahun depan (UMP-nya) Rp 3,1 juta loh. Sanggup enggak mereka gaji? Kalau ada oknum yang main, tambah lagi main dia. Enggak cukup duitnya, jadi meresnya sama warga," sebutnya.

"Ujung-ujungnya oknum nyogok sopir truk sampah? Kan enggak boleh seperti itu," kata Ahok.

Seperti diketahui, Ahok telah meminta kepada seluruh RT dan RW di Ibu Kota tidak menarik uang kebersihan kepada warga setempat. Sebab mulai tahun depan, uang kebersihan langsung dibayar oleh Pemprov DKI melalui rekening Bank DKI.

Sebaliknya, dia meminta agar lurah memberitahu kepada warga sekitar membuka rekening di Bank DKI. Dengan begitu, warga bisa menyalurkan uang kebersihan secara langsung melalui rekening Bank DKI milik Pemprov.

"Tolong semua lurah bilang sama warga supaya setor ke Bank DKI. Jadi enggak ada lagi cerita RT-RW mungut duit dari warga. Kalau uang keamanan, boleh. Tapi untuk uang kebersihan, enggak ada lagi. Per Januari 2016, seluruh uang itu suruh warga setor langsung ke rekening Pemda DKI," terangnya pada Senin (28/12).

Ahok menilai selama ini uang kebersihan yang dipungut oleh RT-RW acap kali masuk ke kantong pribadi. Agar tidak terus kejadian seperti itu, Ahok pun menyarankan agar semua warga berkenan membuka rekening Bank DKI. Tujuannya, supaya uang kebersihan yang dibayar mereka bisa langsung masuk ke kas daerah. (aws/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads