"Ada tiga saksi waktu saya menyuruh Ronny, yaitu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, kolega saya, dengan dua stafnya. Mereka ada satu meja dengan saya dan menyaksikan saya menyuruh Ronny menelepon Albert Neno, "Ronny, kamu hubungi Albert Neno," jelas Herman, Selasa (29/12/2015).
Menurut dia, ada saksi juga yang melihat bahwa Ronny berpindah ke ruangan lain saat pembicaraan telepon dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat Ronny pindah ke ruangan lain dan menelepon ada saksi lain lagi, tapi saya tidak tahu isi pembicaraan," tambahnya.
"Saya tidak tahu tindakan AKBP Albert Neno menyebar laporan ke seluruh media dan LSM apakah ada motivasi politik? Apakah ada skenario pembunuhan karakter saya?" jelas dia.
AKBP Albert sendiri sudah menyerahkan kasus ini ke penyidik kepolisian. Dia mempersilakan saja Herman Hery membantah. (tor/dra)











































