Novanto Kenalkan Reza Chalid ke Maroef di Pertemuan Kedua

Sidang MKD Kasus Setya Novanto

Novanto Kenalkan Reza Chalid ke Maroef di Pertemuan Kedua

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 03 Des 2015 14:06 WIB
Novanto Kenalkan Reza Chalid ke Maroef di Pertemuan Kedua
Foto: Andhika Akbaransyah
Jakarta - Maroef Sjamsoeddin memberikan kesaksian di depan sidang MKD DPR terkait pencatutan nama Presiden dan Wapres oleh Ketua DPR Setya Novanto. Maroef mengungkapkan satu per satu pertemuannya dengan Novanto sampai kemudian dia mencium adanya keanehan dalam percakapan itu.

Setelah pertemuan pertama, Ketua DPR Setya Novanto kembali mengajak Maroef Sjamsoeddin bertemu. Pertemuan kedua diatur oleh Setya Novanto.

"Pertemuan kedua, tempat ditentukan oleh Pak Ketua DPR melalui staf dan saya mengikuti sesuai permintaan itu. Maka pertemuan 13 Mei 2015 ini ditentukan tempatnya ini adalah di Hotel Ritz- Carlton di lantai 21. Seingat saya dalam catatan di sini staf dari Pak Setya Novanto ini bernama Dina. Dan staf saya bernama Tedi, kemudian dilakukan pertemuan kedua," kata Maroef dalam paparan di sidang MKD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2015) siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pada tanggal 13 Mei Maroef datang ke Hotel Ritz-Carlton di Jakarta. "Karena kalau naik ke lantai 21 harus pakai akses ya, kemudian staf saya Tedi berkomunikasi dengan ajudan Pak Setya Novanto bernama Edison meminta saya menunggu di lobi agar saya bisa ikut naik," ungkapnya.

Namun pada saat tiba di ruang rapat di lantai 21 Hotel Ritz-Carlton, ternyata Novanto tak sendirian. Novanto didampingi temannya, Reza Chalid.

"Ternyata pada saat sampai di atas saya masuk di ruangan, di meeting room di lantai 21 ada meeting room 1, 2 dan 3. Ternyata di dalam ada seseorang langsung bersama Bapak Ketua DPR yang diperkenalkan kepada saya dan saya baru pertama kali bertemu. (Setya berkata) Ini kawan saya Pak, bernama Reza Chalid. Dan (kami) berkenalan," katanya.

Baca juga: Ini Transkrip Lengkap Rekaman Setya Novanto

Pertemuan itu berjalan sangat santai. Awalnya pembicaraan seputar bisnis Freeport, kemudian soal rencana pembangunan smelter.

"Pertemuan itu berjalan lebih kurang 1 jam-an dan ada materi pembahasan peluang bisnis di Freeport. Kemudian juga soal smelter dan perpanjangan kontrak," katanya.

Di akhir pertemuan kedua ini Maroef mulai menaruh curiga karena Ketua DPR mulai menyinggung perpanjangan kontrak Freeport. (van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads